Dalam pos

PorosBekasi.com – Nama Fadia Arafiq mendadak menjadi sorotan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jawa Tengah, Selasa (3/3/2025).

Bupati Pekalongan itu dikabarkan ikut diamankan dalam operasi senyap yang kembali menambah daftar panjang kepala daerah terseret perkara hukum.

Kabar penindakan tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Sejumlah pihak lain juga turut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan intensif.

“Benar,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/3/2025).

OTT yang berlangsung pada Ramadan 1447 Hijriah ini tercatat sebagai operasi ketujuh yang digelar KPK sejak awal 2026.

Berdasarkan ketentuan dalam KUHAP, lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Bayang-Bayang Kasus Lama

Sorotan terhadap Fadia tak lepas dari latar belakang keluarganya. Ia merupakan adik dari Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, politikus Partai Golkar yang divonis 4 tahun penjara pada 2017 karena terbukti menerima suap Rp 3,411 miliar dalam kasus penggandaan Alquran 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer MTs Kementerian Agama.

Rekam jejak tersebut kembali diungkit publik seiring kabar OTT. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik tentang konsistensi partai dan sistem pengawasan internal terhadap kader yang menduduki jabatan strategis di daerah.

Dari Dunia Hiburan ke Panggung Politik

Perempuan bernama lahir Laila Fathiah ini lahir di Jakarta, 23 Mei 1978. Ia tumbuh dalam keluarga seni sebagai putri penyanyi dangdut senior A Rafiq.

Jejak musik membawanya merilis lagu Cik Cik Bum Bum pada era 2000-an, meski namanya tak sepopuler sang adik, Fairuz A Rafiq.

Porosbekasicom
Editor