Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Yayasan Wardhana Nawasena Network meluncurkan film dokumenter “Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua” dalam sebuah forum diskusi yang berlangsung di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).

Selain memperkenalkan film, kegiatan tersebut juga mengangkat pentingnya literasi digital di tengah berkembangnya berbagai narasi mengenai pembangunan nasional, khususnya di Papua.

Dokumenter itu menampilkan perjalanan transformasi kawasan Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan ketahanan pangan nasional. Film tersebut sekaligus menjadi media untuk memperlihatkan berbagai proses pembangunan yang berlangsung di wilayah tersebut.

Peluncuran film menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Prof. Yudi Latif dan Pembina Yayasan Wardhana Nawasena Network, Dean Ramella. Keduanya membahas posisi strategis Papua bagi Indonesia sekaligus tantangan masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Prof. Yudi Latif mengatakan Papua menyimpan arti penting, baik dari sisi sejarah, ekologi, maupun geopolitik. Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki Papua merupakan aset strategis yang memiliki nilai penting bagi Indonesia dan dunia.

“Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan menjadi perhatian dunia. Keunikan flora, fauna, serta potensi sumber dayanya merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia,” ujar Yudi Latif.

Sementara itu, Dean Ramella menilai media sosial kini memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap berbagai isu strategis nasional. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri ketika Indonesia tengah mendorong berbagai program pembangunan.

Ia menyebut, upaya Indonesia mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, hingga penguasaan teknologi akan selalu diiringi beragam narasi yang berkembang di ruang digital. Karena itu, masyarakat dituntut memiliki kemampuan untuk memilah informasi secara kritis.

“Ketika Indonesia berupaya mewujudkan kemandirian melalui swasembada pangan dan energi, akan selalu ada tantangan. Karena itu masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu terverifikasi,” katanya.

Dean menambahkan, media sosial saat ini telah berkembang menjadi ruang pertarungan informasi yang mampu memengaruhi opini publik dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, peningkatan literasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat menyikapi setiap informasi secara lebih bijaksana.

Dokumenter Tampilkan Perubahan Besar di Wanam

Film “Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua” mengangkat kisah perubahan Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kawasan yang sebelumnya didominasi rawa, lahan basah, dan memiliki akses transportasi terbatas kini mulai berkembang menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pangan nasional.

Berbagai tahapan pembangunan diperlihatkan dalam dokumenter tersebut, mulai dari pembukaan akses jalan, pembangunan jaringan pengairan, pengelolaan drainase, hingga penerapan teknologi pertanian modern yang disesuaikan dengan karakteristik lahan rawa.

Transformasi tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kawasan pangan nasional yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan pangan, perubahan iklim, serta tantangan geopolitik global.

Film juga mendokumentasikan proses pembangunan yang melibatkan banyak pihak, mulai dari tenaga teknis, pekerja lapangan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat lokal.

Pembangunan Didorong Libatkan Masyarakat Papua

Selain menyoroti pembangunan infrastruktur pertanian, dokumenter ini memperlihatkan keterlibatan masyarakat adat dan warga lokal dalam pengembangan kawasan Wanam.

Seiring berlangsungnya pembangunan, berbagai peluang ekonomi mulai terbuka melalui pembangunan jalan produksi, pengolahan lahan pertanian, hingga berkembangnya sektor jasa penunjang. Aktivitas ekonomi masyarakat pun perlahan mengalami peningkatan.

Film tersebut menegaskan bahwa pembangunan kawasan Wanam tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta tetap menjaga budaya dan kearifan lokal Papua.

Panen Padi Jadi Penanda Transformasi Kawasan

Pada bagian akhir, dokumenter memperlihatkan momen panen padi di kawasan Wanam pada 2025. Adegan tersebut menjadi simbol keberhasilan transformasi kawasan rawa menjadi lahan pertanian produktif melalui proses pembangunan yang terencana.

Bagi masyarakat setempat, hasil panen bukan sekadar peningkatan produksi pangan, melainkan juga menjadi lambang munculnya harapan baru terhadap pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan keberlanjutan pembangunan di tanah Papua.

Melalui film “Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua” , Yayasan Wardhana Nawasena Network berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai dinamika pembangunan di Papua sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.

Dokumenter ini juga mengajak masyarakat melihat Papua tidak hanya sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, tetapi sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan Indonesia pada masa mendatang.

 

Porosbekasicom
Editor