Dalam pos

PorosBekasi.com – Akses layanan rehabilitasi narkotika di Indonesia masih jauh dari memadai. Padahal, data terbaru menunjukkan peningkatan mengkhawatirkan penyalahgunaan narkotika di kalangan anak muda, khususnya usia 15-24 tahun.

Situasi inilah yang mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) meluncurkan program inovatif Rehabilitasi Keliling (Re-LINK), sebuah terobosan agar layanan bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Deputi Rehabilitasi BNN RI, Bina Ampera Bukit, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Petugas Rehabilitasi Keliling di PPSDM Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta Timur, Jumat, 26 September 2025.

Bina menegaskan pentingnya langkah nyata untuk memperluas akses layanan.

“Aksesibilitas layanan rehabilitasi saat ini masih sangat minim,” ujarnya dalam keterangannya dikutip, Minggu (28/9/2025).

Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional Tahun 2023, prevalensi penyalahguna narkotika di kalangan remaja perkotaan meningkat hingga 2,1 persen. Artinya, ada 210 dari setiap 10.000 penduduk usia 15-24 tahun yang pernah menggunakan narkotika.

Kondisi ini diperparah oleh laporan World Drug Report 2025 yang menyebut, hanya 1 dari 12 penyalahguna yang berhasil mendapatkan layanan rehabilitasi.

Di tingkat nasional, pada 2024 tercatat hanya sekitar 19 ribu orang yang bisa mengakses layanan rehabilitasi melalui BNN maupun IPWL Kementerian Kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, BNN menghadirkan Re-LINK, program rehabilitasi rawat jalan berbasis layanan keliling yang dirancang agar petugas bisa langsung menjangkau lokasi dan komunitas yang membutuhkan, terutama penyalahguna dengan kategori ringan hingga sedang.

Tak hanya rehabilitasi, lanjutnya, program Re-LINK juga menyediakan layanan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) bagi masyarakat umum.

Bina sangat berharap inovasi ini mampu memperluas jangkauan layanan, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kualitas hidup para penyalahguna. Ia juga mengajak peserta bimtek berkontribusi aktif.

“Saya berharap terwujud pemahaman yang sama mengenai program Re-LINK dan meningkatnya kemampuan petugas dalam memberikan layanan,” imbuhnya.

Porosbekasicom
Editor