Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan dugaan aliran uang dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni belum berakhir.

Di tengah proses hukum yang masih bergulir, muncul sindiran tajam dari KAMAKSI yang mengingatkan agar polemik tersebut tidak melahirkan julukan “Menteri Bodrex” bagi pejabat negara.

KPK menegaskan, selesainya proses laporan penolakan gratifikasi yang disampaikan Raja Juli Antoni di Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik tidak serta-merta menghentikan penyidikan perkara dugaan suap dan gratifikasi yang sedang dikembangkan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, mekanisme pelaporan gratifikasi dan proses penyidikan merupakan dua hal yang berbeda.

“Laporan gratifikasi Raja Juli telah selesai diproses, sedangkan dugaan tindak pidananya masih didalami sebagai bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan suap jabatan dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing,” kata Budi, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, penyidik masih menelusuri dugaan pengumpulan uang oleh Suhardiman dari sejumlah anggota Koperasi Unit Desa (KUD) yang kemudian diduga diserahkan kepada Raja Juli Antoni.

“Dalam konstruksi perkaranya Pak Bupati setelah mengumpulkan uang dari para pihak tersebut, kemudian uang ini diberikan kepada Pak Menteri. Nah, ini tentu didalami maksud, tujuan, inisiatifnya dari pihak siapa, motifnya untuk apa, semuanya akan didalami oleh penyidik,” ujarnya.

Di tengah pendalaman perkara tersebut, Ketua KAMAKSI Joko Priyoski memberikan sindiran keras. Menurutnya, proses hukum harus berjalan transparan agar tidak memunculkan stigma negatif terhadap pejabat publik, termasuk munculnya sebutan “Menteri Bodrex” yang dinilai sebagai simbol upaya meredakan persoalan tanpa menjawab substansi dugaan yang sedang diusut.

“Sangat apresiasi sekali, Kita tahu jika PSI itu memiliki Buzzer yang banyak dan siap tempur guna menjaga citra perwakilannya di kabinet itu baik. Maka saya bilang jangan sampai gelar Menteri Amplop Pertama itu jatuh ke Raja Juli Antoni karena buzzernya ngga kerja!,” tandasnya.

Porosbekasicom
Editor