Dalam pos

PorosBekasi.com – Pelantikan 19 pejabat eselon II oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, menuai sorotan tajam publik. Bukan tanpa alasan, dua nama yang ikut dilantik ternyata merupakan adik dan ipar Tri Adhianto yang ditempatkan di jabatan strategis.

Fenomena ini langsung memicu banjir komentar di media sosial, khususnya akun Instagram @woowbekasi. Warganet melontarkan beragam kritik, mulai dari dugaan praktik nepotisme hingga sindiran soal dinasti politik keluarga Tri Adhianto.

“Kadinkes Kesehatannya kok dokter hewan, apa gak ada jabatan lain pak wali, Jang karena adik pak wali, dan perlu pikirkan lagi,” tulis akun @tinifatimah2024.

“Kinerjanya bapa @mastriadhianto saja baru 10%, dan belum ada program signifikan, ini malah bagi-bagi jabatan,” sindir @dewoor.

“Akhirnya Bekasi punya dinasti sendiri,” nyinyir akun @masiyo85.

“Nepotisme jangan keterlaluan @mastriadhianto,” tulis akun @eqiw.

Bahkan ada yang melontarkan kritik lebih pedas. “WooW Amaging Walikotaku @mastriadhianto, borong sekalian pak walikota anak dan istri jangan lupa pak,” sindir akun @encang_oguy.

Tak sedikit pula warganet menyeret nama Gubernur Jawa Barat untuk turun tangan. “Gini banget Walikota gw kang??? KKN-nya terang-terangan gini???,” tulis akun @rintanseptearema.

“Borong aja semua jabatannya pak, untuk keluarga dan turunannya,” sindir akun @deni.den12.

Bahkan seorang dokter ikut menyoroti latar belakang Kepala Dinas Kesehatan baru. “Pak tri seharusnya Kadinkes itu dokter umum minimal, bukan dokter hewan, even pun mau ngasih jabatan ke adik, coba deh ke jabatan yang lain, bisa gak?” komentar akun @dr.irm165.

Sindiran lainnya bermunculan: “Banteng Solo buka cabang di Bekasi,” tulis akun @danoe_ismoyo.
“Pantesan nyuruh jaga Bekasi, ternyata wakakka,” sindir akun @striabagas.

Diketahui, pejabat yang dimaksud adalah Satia Sriwijayanti Anggraini yang dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, serta suaminya, Solikhin, yang menduduki jabatan Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Keduanya, yang merupakan adik dan ipar Tri Adhianto, resmi dilantik bersamaan di tengah isu soal efisiensi anggaran dan dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Bekasi.

Ironisnya, dua hari sebelum pelantikan tersebut, Tri Adhianto baru saja berikrar di hadapan para demonstran di Gedung DPRD Kota Bekasi untuk tidak melakukan praktik korupsi.

Porosbekasicom
Editor