Dalam pos

PorosBekasi.com – Proyek ambisius penulisan ulang sejarah nasional yang digadang-gadang akan menjadi rujukan baru bangsa, terpaksa molor dari jadwal. Semula, buku tersebut dicanangkan rilis bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan timnya ngebut merampungkan naskah agar tetap bisa terbit tahun ini.

“Iya tahun ini, rencana mudah-mudahan bisa kita selesaikan segera,” kata Fadli di Istana Kepresidenan kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).

Menurut Fadli, buku kini berada di tahap reading dan editing oleh tim penyusun yang terdiri dari lebih 113 akademisi dan ahli, tersebar di 34 universitas dan lembaga penelitian.

Proses uji publik pun telah digelar di berbagai kampus, dari Universitas Indonesia hingga Universitas Negeri Padang, melibatkan mahasiswa hingga pemerhati sejarah.

“Jadi kita berharap sebenarnya ada debat, tapi enggak terlalu banyak debat,” ucapnya.

Selain uji publik, tim juga menyerap masukan dari berbagai organisasi, mulai TNI, Polri, hingga ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis. Semua catatan dan sumber akan dipertimbangkan untuk memperkaya isi buku.

Fadli menegaskan, penulisan ulang ini adalah langkah strategis meneguhkan identitas peradaban Indonesia yang tua dan kaya, dengan perspektif Indonesia-sentris.

Penulisan sejarah besar terakhir yang dilakukan pemerintah, menurutnya, adalah Seri Nasional Indonesia terbitan 1975 yang diperbarui pada 1984. Pemutakhiran sempat dilakukan pada 2008, namun hanya mencakup enam topik dan tidak sampai membahas Pemilu 1999.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo mengakui peluncuran buku kemungkinan mundur dari jadwal semula. “Ada kemungkinan mundur,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/8).

Porosbekasicom
Editor