PorosBekasi.com – Pemerintah menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.
Program tersebut disebut menjadi salah satu upaya negara menghadirkan kesempatan belajar yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu, 7 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto mengatakan program itu dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap pendidikan yang layak.
“Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya,” ujar Prabowo, dikutip Senin (8/6/2026).
Menurut Presiden, tujuan pembangunan nasional tidak hanya soal pertumbuhan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.
Karena itu, sektor pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang,” kata Prabowo.
Ia juga menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah pendaftar di SRMP 17 Tabanan mencapai sekitar 400 siswa. Sementara daya tampung sekolah saat ini baru mampu menampung sekitar 270 siswa.
Besarnya animo masyarakat itu dinilai menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi pemerintah agar kapasitas pendidikan dapat segera diperluas.
“Berarti kita harus tambah secepat mungkin, nanti diusahakan bupati-bupati, kalau tidak ya nanti pemerintah pusat cari lahan. Ya kita upayakan,” ujar Prabowo.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Presiden juga meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna memanfaatkan aset atau fasilitas pemerintah yang belum digunakan secara optimal, sambil menunggu pembangunan sekolah permanen selesai.
“Nanti diusahakan bupati-bupati kita. Gimana caranya kreativitas saudara diupayakan. Seskab koordinasi dengan Kementerian Lembaga lain, (kalau ada fasilitas) mungkin kurang dimanfaatkan bisa dipinjam sampai sekolah yang permanen jadi,” tutur Prabowo.
Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan rencana pengembangan Sekolah Rakyat di Bali. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut pembangunan sekolah permanen ditargetkan hadir di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata.
“Untuk rencananya (akan dibangun Sekolah Rakyat di) semua kabupaten satu, kota satu,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.







Tinggalkan Balasan