PorosBekasi.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat dinilai memberi dampak ganda bagi Kabupaten Bekasi.
Selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini disebut turut menekan angka kemiskinan serta mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, mengatakan MBG berkontribusi mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama keluarga dengan anak usia sekolah.
“Dengan adanya MBG, beban pengeluaran keluarga bisa berkurang. Kalau sebelumnya satu anak butuh uang jajan sekitar Rp10 ribu per hari, sekarang dana itu bisa ditabung atau dialihkan ke kebutuhan lain,” jelas Fadly, dikutip bekasikab.go.id, Rabu 14 Januari 2026.
Ia menyebutkan, selain berdampak pada kesejahteraan keluarga, MBG juga dimanfaatkan Pemkab Bekasi sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal. Sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah berperan sebagai koordinator pelaksanaan melalui pembentukan Satuan Tugas MBG.
“Di Kabupaten Bekasi, Satgas MBG resmi dibentuk tahun 2026 melalui SK Bupati. Setelah itu kami langsung turun ke lapangan,” katanya.
Pemkab Bekasi kemudian mengembangkan pola kemitraan antara dapur MBG dengan pelaku ekonomi lokal. Melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), bahan pangan untuk MBG diupayakan bersumber langsung dari petani dan nelayan setempat.
“Kami dorong petani menjual ke BUMDes, lalu BUMDes memasok ke dapur MBG. Petani terbantu, BUMDes hidup, dan ekonomi desa berputar,” ungkapnya.
Model tersebut mulai menunjukkan hasil. Salah satunya di BUMDes Pebayuran, Desa Karangpatri, yang kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja lokal.
“Itu akan kami jadikan best practice atau proyek percontohan agar BUMDes lain di Kabupaten Bekasi bisa berkembang serupa,” tambah Fadly.
Ia menegaskan, penguatan peran BUMDes dalam program MBG menjadi kunci agar program nasional ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi perekonomian daerah.
“Tujuannya untuk menumbuhkan perputaran ekonomi di wilayah, BUMDES diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG. Petani, nelayan, pembudidaya memasok bahan-bahan ke BUMDes,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan