PorosBekasi.com – Center for Budget Analysis (CBA) mengungkap dugaan rekayasa dalam pelaksanaan tender proyek Penataan Ruang Kerja Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang dengan pagu anggaran Rp15 miliar.
Dugaan tersebut didasarkan pada penelusuran CBA terhadap dokumen perencanaan, evaluasi, hingga penetapan pemenang tender.
Proyek yang memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp14,96 miliar itu tercatat diikuti 34 peserta.
Namun, proses seleksi berujung pada penetapan satu pemenang, yakni CV Lentera Lestari, dengan nilai kontrak Rp14,70 miliar atau hanya sekitar 1,7 persen lebih rendah dari HPS.
Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, menilai selisih harga tersebut mencerminkan tidak berjalannya persaingan yang sehat dalam proses pengadaan.
“Efisiensi anggaran yang sangat tipis ini menjadi indikator kuat, bahwa mekanisme persaingan dalam tender tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Jajang dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (1/1/2026).
CBA memaparkan sedikitnya enam indikasi yang dinilai memperkuat dugaan pengondisian tender.
Salah satunya terkait pengemasan paket pekerjaan agar dapat dimenangkan badan usaha berbentuk CV, meskipun nilai proyek tergolong besar.
Paket proyek diklasifikasikan sebagai pekerjaan konstruksi ringan berbasis interior, sehingga memungkinkan CV menjadi pemenang, sementara perusahaan berbadan hukum PT dinilai tersisih melalui persyaratan teknis dan administratif.
Indikasi lainnya terlihat dari gugurnya mayoritas peserta. Dari total 34 peserta, sebanyak 30 dinyatakan gugur tanpa penjelasan evaluasi yang rinci dan transparan. Kondisi ini membuat tender praktis hanya menyisakan satu peserta yang lolos hingga tahap akhir.







Tinggalkan Balasan