PorosBekasi.com – Ditengah riuh ucapan Menteri Keuangan Purbaya soal praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, sejumlah pejabat pun mulai ikut blak-blakan.
Mereka mengakui jika hal tersebut benar adanya, terutama di tengah berlangsungnya proses assessment atau open bidding jabatan eselon II yang sedang digelar Pemkot Bekasi.
“Lihat aja peserta open bidding pejabat eselon IIA, masa pejabat eselon IIIB ikut assessment eselon II,” ujar salah satu pejabat Pemkot Bekasi yang enggan disebutkan namanya, Selasa, 21 Oktober 2025.
Pejabat tersebut menuturkan, ada sejumlah pejabat eselon IIIA yang seharusnya ikut assessment namun memilih tidak mendaftar.
Alasannya, mereka menilai proses tersebut hanya formalitas dan tidak akan menghasilkan sesuatu, terutama bagi yang tidak memiliki kedekatan dengan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
“Pejabat eselon IIIA yang dinilai tidak dekat dengan Tri Adhianto merasa akan sia-sia. Harus menyusun persyaratan, MCU yang membutuhkan biaya, menyusun makalah, namun hasilnya akan zonk,” terang pejabat itu.
Menurutnya, proses assessment yang tengah berlangsung saat ini mayoritas diikuti oleh pejabat-pejabat yang dikenal memiliki kedekatan dengan Tri Adhianto.
Nama-nama yang disebutnya sudah hampir pasti akan menduduki jabatan eselon IIA.
“Sudah dipastikan, Idi Kadis DBMSDA, Kiswanti Kadis Lingkungan Hidup, Bram Kadis DP3A, Arwani Kadispora, Priadi Kepala DPMTPST, dan Dr. Niken menjadi Dirut RSUD. Kepala dinas atau pejabat sebelumnya dicopot terlebih dahulu, kemudian PLT diisi oleh pejabat yang memang diproyeksikan oleh Tri Adhianto menjadi definitif,” paparnya.
Lebih jauh, pejabat tersebut mengungkap bahwa meski para pejabat itu dikenal dekat dengan Tri Adhianto, bukan berarti hubungan itu bebas dari praktik transaksional.
“Mereka itu diminta kok duit, ada kolektornya, salah satunya berinisial S, atau setor langsung kepada Tri, seperti inisial A, ya karena memang sama-sama satu organisasi bersama Tri Adhianto di organisasi keolahragaan,” ucapnya.
Sementara itu, Tri Adhianto sebelumnya membantah tudingan adanya praktik jual beli jabatan di Pemkot Bekasi dan bahkan menantang Menteri Keuangan Purbaya untuk membuktikannya. Namun bantahan tersebut justru memantik reaksi balik dari para pejabat yang merasa pernah “dibuang” oleh Tri.
“Jadi omong kosong kalau Tri Adhianto bilang tidak ada jual beli jabatan. Mana mungkin dirinya mengaku ada praktik seperti itu. Namun bisa jadi tidak berlaku jual beli jabatan itu pada adiknya, Satia dan Solikhin, yang kini duduk sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bapenda,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan