Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Plt Inspektur Kota Bekasi, Narlisman Nahar, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait polemik selendang bermotif wajah pelukis Meksiko, Frida Kahlo, dalam poster Hari Santri Nasional 2026 yang diunggah melalui akun Instagram Inspektorat Kota Bekasi.

Dalam video klarifikasi, Narlisman menyampaikan permohonan maaf didampingi perwakilan tiga organisasi kepemudaan Islam, yakni Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Bekasi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bekasi, dan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Bekasi Raya.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penggunaan selendang dalam publikasi Hari Santri Nasional 2026 di akun Inspektorat Kota Bekasi yang dipublikasikan oleh staf admin inspektorat,” ucapnya, dikutip Senin (26/10/2026).

Narlisman mengatakan polemik tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi Inspektorat Kota Bekasi agar lebih teliti dalam mengelola publikasi. Ia juga menyebut kejadian itu sebagai bagian dari evaluasi internal.

“Bahwa dengan ini saya memohon maaf kepada masyarakat Kota Bekasi khususnya kalangan santri dan ulama dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” lanjutnya.

Ia juga meluruskan informasi mengenai pakaian yang dikenakannya saat mengikuti Pawai Hari Santri Nasional di kawasan Alun-Alun Hasibuan.

Menurut Narlisman, selendang yang dipakainya saat kegiatan tersebut bukan selendang bermotif Frida Kahlo, melainkan selendang kuning berbahan tenun tradisional.

Narlisman menjelaskan foto yang memicu polemik di media sosial bukan diambil saat peringatan Hari Santri. Ia menyebut foto tersebut merupakan dokumentasi setelah dirinya pulang dari Eropa seusai menghadiri pernikahannya.

“Jadi foto itu mah sebetulnya foto setelah saya pulang dari Eropa usai pernikahan saya waktu itu, jadi bukan foto saat peringatan Hari Santri,” kelitnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut Narlisman, foto tersebut diunggah oleh staf admin Inspektorat tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan dirinya. Ia menyatakan tidak mengetahui bahwa foto itu kemudian memicu polemik setelah beredar luas di media sosial.

Kehadiran ICMI, KAMMI, dan HMI MPO dalam video klarifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Narlisman menjelaskan persoalan kepada publik. Ia menilai langkah itu menunjukkan keterbukaannya terhadap kritik dan evaluasi.

Sebelumnya, poster Hari Santri Nasional 2026 yang diunggah akun Instagram Inspektorat Kota Bekasi menuai kritik karena menampilkan selendang bermotif wajah Frida Kahlo. Pelukis asal Meksiko tersebut dikenal sebagai tokoh seni dengan citra yang juga dikaitkan dengan feminisme dan LGBT+.

Penggunaan motif tersebut dinilai sebagian pihak tidak selaras dengan nuansa religius peringatan Hari Santri. Unggahan itu pun memicu perbincangan di media sosial.

Melalui permohonan maaf tersebut, Narlisman berharap polemik dapat diselesaikan. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan kejadian itu sebagai bahan evaluasi agar pengelolaan publikasi di lingkungan Inspektorat Kota Bekasi lebih cermat.

“Semoga Kota Bekasi semakin maju, semakin ihsan dan semakin bahagia,” tutup Narlisman.

 

 

Porosbekasicom
Editor