Pernyataan senada disampaikan Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sardi mengirimkan tautan pemberitaan yang menegaskan agenda pertemuan dengan Aliansi Ormas Bekasi difokuskan pada komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Berdasarkan pemberitaan tersebut, audiensi antara Aliansi Ormas Bekasi dan pimpinan DPRD memang diarahkan pada isu stabilitas sosial, bukan pada pembahasan kebijakan pelelangan armada bus Transpatriot yang belakangan menjadi polemik.
Namun, di tengah bantahan itu, suara berbeda justru datang dari Mandor Baya. Ia menegaskan tidak semua elemen ormas dan LSM berada dalam satu sikap.
Mandor Baya menyatakan dukungan penuh kepada pihak-pihak yang tengah mengkritisi kebijakan Wali Kota Bekasi dan Direksi PT Mitra Patriot (PTMP).
“Bahkan Trinusa siap melaporkan ke KPK, kan Bareskrim dan Kejagung sudah, KPK nya saya siap laporkan,” ucap Mandor Baya.
Perbedaan sikap ini memperlihatkan isu pelelangan armada bus Transpatriot masih menyisakan tanda tanya besar, sekaligus memunculkan friksi di antara kelompok masyarakat sipil sendiri.
Di satu sisi ada bantahan dan klarifikasi, di sisi lain tekanan hukum terhadap kebijakan pemerintah daerah justru kian menguat.







Tinggalkan Balasan