Dalam pos

PorosBekasi.com – Gonjang-ganjing internal PDI Perjuangan Kota Bekasi kembali mengemuka setelah sejumlah pengurus di Bekasi Timur mengeluarkan pernyataan dukungan untuk pasangan Tri Adhianto dan Ahmad Faisal sebagai Ketua dan Sekretaris DPC periode 2025–2030.

Pernyataan itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas, meski nama Ahmad Faisal sejatinya tidak masuk dalam usulan resmi hasil Musancab Bekasi Timur.

“Kami pengurus PAC, Ranting dan anak Ranting PDI Perjuangan Bekasi Timur, mendukung Bapak Tri Adhianto dan Bapak Ahmad Faisal sebagai Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Tahun 2025-2030,” demikian pernyataan salah satu pengurus.

Masalah muncul karena dalam proses penjaringan, Bekasi Timur hanya mengusulkan tiga nama: Tri Adhianto, Nuryadi Darmawan, dan Nico Godjang. Keluarnya dukungan dari kelompok 40 orang pengurus itu langsung memicu ketegangan di tingkat akar rumput.

Yudhie, Wakil Ketua PAC Bekasi Timur, menilai klaim tersebut tidak mewakili seluruh struktur. “Kami Pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting Bekasi Timur, dia tidak sadar jumlahnya 462 yang mendukung Tri Adhianto dan Faisal hanya 40 doang Bro, tidak malu ya,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Ia menegaskan bahwa nama Ahmad Faisal memang tidak pernah diajukan dari wilayah Bekasi Timur.

Puluhan pengurus PAC menyatakan dukungan kepada Tri Adhianto dan Ahmad Faisal sebagai Ketua da Sekretaris DPC PDIP Kota Bekasi 2025-2030.

“Wilayah Bekasi Timur, Tidak pernah mengusulkan nama Ahmad Faisyal. Ini ujug-ujug beberapa orang pengurus membuat pernyataan dukung mendukung, atas nama pengurus, mau menganulir nama yang sudah diserahkan pada DPP PDIP, dan sama saja melawan hasil keputusan rapat di Bekasi Timur, dan sekarang bukan lagi ajang dukung mendukung, semuanya sekarang tinggal nunggu keputusan DPP,” terang Yudhie.

Menurutnya, langkah sejumlah kader yang membuat manuver politik justru menambah rumit suasana. “Kami curiga ada segelintir orang yang memiliki nafsu kekuasaan, melakukan manuver dengan memperalat kader tingkat bawah dan menggiring konflik internal dalam tubuh partai,” papar Yudhie.

Yudhie menegaskan dirinya tetap memegang garis keputusan partai. “Namun kami berharap, seluruh kader untuk tidak terjebak dalam adu domba yang dilakukan oleh segelintir oknum kader yang rakus akan kekuasaan dalam partai,” pungkasnya.

Memanasnya situasi di Bekasi Timur ini muncul di tengah ketidakjelasan pelaksanaan Konfercab PDIP Kota Bekasi yang seharusnya berlangsung pada 8 Desember 2025 di Hotel Sahid Cikarang.

Agenda itu ditunda tanpa alasan terbuka, memunculkan spekulasi dan membuka ruang bagi berbagai klaim dukungan yang makin memperlebar friksi internal.