PorosBekasi.com – Tender pembangunan folder di Kota Bekasi diduga sarat praktik kongkalikong antara pejabat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) dengan penyedia mesin pompa serta kontraktor yang sudah disiapkan sebagai “pengantin” pemenang lelang.
Seorang sumber berinisial WP mengungkapkan adanya kejanggalan sejak mengikuti proses lelang. Ia menilai PT BSU terindikasi memonopoli penjualan mesin pompa pengendali banjir primatic atau pompa mobil melalui skema perencanaan yang disusun DBMSDA Kota Bekasi.
“Spesifikasi khusus yang mengarah ke PT BSU telah menimbulkan kecurigaan kami sebagai para peserta lelang, bahwa perusahaan tersebut disinyalir memiliki hubungan khusus dengan salah satu pejabat di bidang sumber daya air (SDA) Kota Bekasi,” ujar WP, Rabu, 27 Agustus 2025.
Menurut WP, upaya komunikasi dengan PT BSU selalu buntu. Ia menduga perusahaan itu memang dikondisikan hanya untuk satu pihak tertentu.
“Jadi saat kami menghubungi PT BSU mereka menyatakan jika untuk di Kota Bekasi istilah bahasa marketingnya itu sudah terkunci. Jadi ini tidak boleh dibiarkan terjadi, apalagi setiap tender pembangunan folder hanya dimenangkan pihak tertentu saja, dan itu sudah terjadi sejak lama,” ungkapnya.
WP menambahkan, beberapa peserta lelang juga merasakan kejanggalan serupa. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan ini, karena beberapa peserta lelang pun heran,” imbuhnya.
Dengan indikasi kecurangan tersebut, WP mendesak agar tender pembangunan Folder Griya Bintara Indah senilai Rp10,7 miliar dan Bintara Jaya senilai Rp4,7 miliar segera dibatalkan. Menurutnya, melanjutkan tender dengan mekanisme yang tidak transparan hanya akan merugikan keuangan daerah.
Di sisi lain, isu monopoli proyek di DBMSDA bukanlah kabar baru. Sekretaris dinas tersebut kerap disebut sebagai pintu utama dalam distribusi paket pekerjaan. DBMSDA sendiri dikenal sebagai salah satu dinas dengan anggaran jumbo setelah Dinas Pendidikan dan Disperkimtan.
Nama Plt Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa (Barjas) Pemkot Bekasi, Anjar Budiyono, yang juga merangkap Sekretaris Kecamatan Medan Satria, ikut disebut dalam dugaan permainan proyek. Ia diduga punya kedekatan dengan kontraktor pemenang tender.
Namun, ketika dikonfirmasi, baik pejabat DBMSDA maupun Anjar memilih bungkam dan tak mengeluarkan komentar apapun.







Tinggalkan Balasan