Dalam pos

Porosbekasi.com – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi masih terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) TA 2023, dengan memeriksa saksi-saksi yang sekiranya terlibat.

Hal ini membuat sejumlah ASN, seperti lurah dan camat keringat dingin lantaran cemas terseret sebagai saksi dan juga sebagai penerima barang alat-alat olahraga, sebelum diserahkan kepada RT/RW dalam kegiatan belanja barang jasa Dspora Kota Bekasi.

Publik juga sangat menanti-nantikan pengungkapan sang aktor intelektual oleh Kejari. Pasalnya, jika ditarik persoalan awal munculnya kegiatan tersebut adalah dari atas, bukan perencanaan dari bawah (kegiatan persiapan tahun politik) yaitu membagikan alat olahraga.

Selain itu, kemunculan kegiatan pengadaan alat olahraga tersebut, tentunya juga melalui proses permohonan RT/RW yang dilengkapi dengan kelengkapan alat atau tempat, seperti lapangan badminton jika diberikan raketnya dan sepakbola jika diberikan bola kaki.

Proyek pengadaan alat olahraga ini diduga kuat memang hanya proyek bagi-bagi untuk kegiatan tahun politik. Dan ternyata faktanya, penyerahan juga dilakukan bukan oleh Dispora atau camat sebagai kepala wilayah. Bahkan di beberapa wilayah diberikan oleh oknum partai politik. termasuk juga tidak melibatkan SKPD terkait.

Kasus ini yang paling bertanggung jawab semestinya adalah tim TAPD Pemkot Bekasi selaku tim Anggaran Pemerintah Daerah yang digawangi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi.

Karena anggaran ini diciptakan awal masuknya anggaran, pastinya sudah ada niatan jahat (mens rea) mulai dari sisi perencanaan kegiatan dan ditambah anggaran POKIR DPRD Kota Bekasi di ABT 2023, yang juga diketahui oleh Bappeda (sekarang Bapelitbangda), yang dijabat saudara Kepala Bappelitbangda. Artinya, sangat terang benderang siapa-siapa oknum pejabat atau si mens rea penganggaran tersebut.

Jadi jikalaupun dikatakan sudah masuk pada ranah kejahatan anggaran, itu ada pada TIM TAPD yang dapat membuka tabirnya pemberi perintah di dalamnya, ada Sekda dan Kepala Bapelitbangda, tentunya semuanya pasti berjalan atas ada perintah. Nah siapakah sang pemberi perintah atau aktor intelektualnya?

Seharusnya para tersangka yang terdiri dari mantan pejabat Dispora, berani dan dapat mengungkap siapa-siapa aktor dibalik perintah atas kegiatan pengadaan alat olahraga dengan dua kali tahap penganggaran pada APBD murni dan APBD-P tahun anggaran 2023.

Diketahui, peralatan olahraga sempat dibagikan kepada warga di beberapa wilayah Kota Bekasi oleh Tri Adhianto yang kala itu menjabat Plt Wali Kota Bekasi dan istrinya Wiwik Hargono.

Selain itu sejumlah Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDIP juga menyalurkan peralatan olahraga di dapilnya masing-masing. Mereka antara lain Ahmad Faisal Hermawan, Nuryadi Darmawan, Nicodemus Godjang, Arif Rahman dan Anim Imanudin.

Arif Rahman saat dikonfirmasi awak media, mengaku hanya memberikan alat olahraga secara simbolis kepada apengurus RT/RW, yang semuanya diakui sudah sesuai ketentuan yang ada.

“Saat itu saya hanya menyerahkan secara simbolis alat olahraga tersebut sesuai dengan pengajuan para RT ke Dispora, hanya sebatas itu saja,” aku Arif Rahman melalui telepon WhatsApp.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat internal Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga.

“Sementara ini pemeriksaan baru sebatas pihak-pihak pejabat internal Dispora,” ujar Kasi Intel Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugrah, saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin, 26 Mei 2025.

Ryan mengaku belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena kasus ini masih dalam penyidikan. Ia pun meminta semua pihak menunggu informasi selanjutnya.

“Untuk informasi lanjutannya kami belum bisa infokan karena masih terus dalam tahapan penyidikan,” kata Ryan.

Ia juga memastikan pemeriksaan tak hanya sebatas internal Dispora, tetapi juga terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat.

“Kita tidak berhenti sampai di Dispora saja masih terus melakukan penyidikan,” paparnya.