Dalam pos

PorosBekasi.com – Upaya pencarian puluhan korban pascalongsor di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, terus dikebut aparat kepolisian. Sedikitnya 155 personel yang dikerahkan dalam pencarian.

Bencana yang terjadi, Kamis 13 November 2025 malam itu diawali suara gemuruh dari arah perbukitan, sebelum material tanah dalam jumlah besar meluncur dan menimbun rumah penduduk. Data awal mencatat 21 warga tertimbun sesaat setelah kejadian.

Sejak malam itu, Polri bersama Pemkab Cilacap langsung membentuk Posko Tanggap Darurat sebagai pusat koordinasi seluruh unsur penanganan bencana. Posko ini menjadi titik pengendalian operasi SAR sekaligus lokasi penyaluran bantuan mendesak bagi warga terdampak.

Di lapangan, Polri menyiapkan layanan darurat lengkap berupa rumah sakit lapangan, fasilitas medis cepat, tenda pengungsian, hingga tim trauma healing untuk membantu warga yang mengalami tekanan psikologis.

Fasilitas tersebut kini menjadi tumpuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal serta keluarga para korban yang masih menunggu proses pencarian.

Kapolresta Cilacap menyampaikan aparat kepolisian telah berada di lokasi sejak malam kejadian untuk melakukan langkah cepat bersama BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten Cilacap, Basarnas, dan perangkat desa. Karena kondisi gelap dan tanah labil, pencarian malam dibatasi dan kembali dilanjutkan pukul 07.00 WIB pagi ini.

Total 155 personel diterjunkan, terdiri dari 125 anggota Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob, diperkuat 4 anjing pelacak (K9) untuk mengidentifikasi titik tertimbun. Medan berat membuat tim SAR masih mengandalkan peralatan manual seperti cangkul dan senso.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan komitmen penuh Kepolisian dalam operasi kemanusiaan tersebut. “Polri bekerja all out,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Ia menekankan bahwa setiap personel digerakkan secara maksimal memadukan teknik pencarian manual, kemampuan K9, hingga dukungan trauma healing. Ia menyebut keselamatan warga dan tim pencarian sebagai prioritas utama.

Hingga pukul 10.45 WIB hari ini, tim menemukan satu korban bernama Yuni, warga Dusun Tarukahan, yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Dengan penemuan tersebut, jumlah warga yang masih dicari berkurang menjadi 20 orang. Sementara itu, operasi pencarian di dua dusun terdampak dilakukan dengan kewaspadaan tinggi karena kondisi tanah yang masih labil.

Polri mengimbau masyarakat agar menjauhi tebing rawan longsor dan mengikuti seluruh instruksi petugas. Operasi SAR dilanjutkan sepanjang hari dengan kekuatan penuh bersama BPBD, Basarnas, TNI, relawan, dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.

Porosbekasicom
Editor