PorosBekasi.com – Di saat publik menyoroti sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto justru melantik 250 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Pelantikan pejabat eselon II hingga IV itu digelar di Balai Patriot, Kantor Wali Kota Bekasi, Rabu, 29 Oktober 2025.
Langkah Tri Adhianto ini dinilai sarat muatan politik, terutama karena dilakukan berbarengan dengan momentum sidang kasus korupsi yang menyeret nama-nama pejabat Dispora.
Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) pun disebut-sebut tidak jauh berbeda dengan prediksi publik.
Menariknya, dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas, justru mendapat promosi menjadi kepala dinas.
Namun yang paling menyita perhatian, Tri Adhianto memindahkan Kepala Inspektorat Kota Bekasi menjadi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
Langkah ini disebut-sebut sebagai bentuk kekecewaan Tri terhadap hasil pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan inspektorat, terutama yang berkaitan dengan temuan aparat penegak hukum.
Beberapa pejabat strategis yang dilantik, antara lain Ellya Niken Prastiwi sebagai Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Isi Sutanto sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Arwani sebagai Kepala Dispora, Priyadi Santoso sebagai Kepala DPMPTSP, Kiswatiningsih sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Lis Wisynwati sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
Selain jabatan di tingkat dinas, sejumlah pejabat eselon III juga mendapat promosi dan mutasi di berbagai posisi, mulai dari dinas hingga kelurahan dan kecamatan.
Pelantikan besar-besaran ini memperkuat dugaan bahwa rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi bukan sekadar upaya penyegaran birokrasi, melainkan juga strategi politik menjelang akhir masa jabatan Tri Adhianto







Tinggalkan Balasan