Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM bersubsidi, termasuk bensin dan solar, tetap dipertahankan.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga inflasi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan harga BBM subsidi memiliki dampak besar terhadap aktivitas masyarakat, khususnya nelayan dan petani.

Hal itu disampaikan Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang disiarkan secara daring melalui YouTube @Kemendagri, dikutip Selasa (6/10/2026).

“Jadi yang pertama tadi sudah saya sebutkan bahwa yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar dan bensin itu diharga tetap, tidak ada kenaikan. Kenapa? Karena ini adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani,” ujar Laode.

Selain menjaga harga, pemerintah juga memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan minyak di dalam negeri. ESDM menyebut sekitar 25 persen kebutuhan minyak nasional masih harus dipenuhi melalui impor.

Untuk mengamankan pasokan tersebut, pemerintah menjalankan skema hunting minyak dengan mencari negara yang memiliki kelebihan stok untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Strategi itu ditempuh karena mekanisme lelang pengadaan minyak yang sebelumnya dilakukan Pertamina mulai menghadapi kendala akibat minimnya peserta.

“Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa” paparnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan stok BBM nasional tetap berada pada level sekitar 18-20 hari. Ketersediaan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran pasokan energi di dalam negeri.

Mengenai antrean BBM yang sempat muncul di sejumlah SPBU, ESDM menyatakan kondisi tersebut tidak disebabkan oleh kekurangan stok nasional. Kendala yang terjadi lebih berkaitan dengan proses distribusi ke sejumlah daerah.

Salah satu faktor yang memengaruhi distribusi adalah fenomena El Nino yang menyebabkan beberapa sungai mengering. Akibatnya, jalur pengiriman BBM harus dialihkan menggunakan truk yang memiliki kapasitas angkut lebih terbatas.

Perubahan jalur distribusi tersebut membuat proses penyaluran BBM ke sejumlah wilayah membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kondisi normal.

 

Porosbekasicom
Editor