Dalam pos

Tri berharap betul citra publik itu membuat pihak-pihak yang ingin bersinggungan dengannya berpikir ulang. Termasuk orang-orang di Gedung Bundar, sebutan untuk Kejaksaan Agung.

Apalagi kita tahu, bahwa Jaksa Agung, ST Burhanuddin konon kabarnya punya jejaring yang kuat dengan PDI Perjuangan.

Sayangnya, rencana Tri Adhianto mencari muka dihadapan Megawati tak sepenuhnya mulus. Megawati yang diharapkan datang ke hajatan yang sengaja dipersiapkan oleh Tri Adhianto justru tidak hadir.

Dan satu hal yang Tri mungkin alpa, ia menggelar kegiatan tersebut pada 1 Oktober. Yang kita semua tahu, bahwa di tanggal tersebut bangsa Indonesia selalu memperingatinya dengan Hari Kesaktian Pancasila.

Sementara mungkin saja, keluarga Bung Karno khususnya Megawati tidak terlalu suka dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Sebab peringatan tersebut identik dengan Orde Baru yang di sisi lain juga identik dengan runtuhnya kekuasaan Sukarno.

Kita tahu peristiwa 1 Oktober 1965 atau Bung Karno sering menyebutnya dengan Gestok (Gerakan Satu Oktober) yang oleh rezim Orde Baru disebut Gerakan 30 September (G30S) adalah pendulum keruntuhan kekuasan politik Bung Karno.