Oleh: Redaksi Porosbekasi.com
POLITISI PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri Adhianto nampaknya tengah mencari simpati alias cari muka di hadapan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Cari muka tersebut dia lakukan dengan menggelar kegiatan Peringatan Hari Lansia di Gor Bang Yan, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam momentum tersebut, Tri yang juga Wali Kota Bekasi sekaligus memamerkan program pemberdayaan lansia yang dijalankan Pemkot Bekasi. Salah satunya Sekolah Lansia.
Lewat program tersebut, Tri seolah ingin memperlihatkan dirinya kepada Megawati. Bahwa ia merupakan kepala daerah dari PDI Perjuangan yang punya prestasi dan juga peduli terhadap nasib kesejahteraan lansia.
Bukan tanpa sebab tentunya, Tri menjadikan program pemberdayaan lansia untuk menaikan citra dirinya atau bahasa politiknya jualan di hadapan Megawati.
Pertama, ini karena PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik memang tengah mendorong revisi Undang-Undang Kesejahteraan Lansia untuk dimasukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
Kedua, Tri memilih isu lansia karena mencoba membaca suasana batin Megawati yang dari sisi usia masuk dalam kategori lansia itu sendiri. Melalui isu Lansia, Tri ingin membangun keterhubungan bukan sebatas sebagai anak buah dan bos, tapi lebih kepada keintiman personal.
Singkat kata, ada misi politik pribadi Tri Adhianto yang sedang ingin dia tuju. Mungkin sebagai kader partai dan juga kepala daerah, Tri ingin mengikuti jejak para pendahulunya.
Tri Adhianto mungkin ingin menjadi sosok seperti Eks Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, eks Wali Kota Surakarta, FX Rudi atau eks Gubernur Jakarta, Ahok.
Nama-nama tersebut adalah deretan kepala daerah dan kader PDI Perjuangan yang memiliki tempat keintiman personal dengan Megawati. Di mana, tidak semua kader partai terutama kepala daerah PDI Perjuangan bisa seperti mereka.
Menjadikan Ketua Umum dan Partai Sebagai Tameng
Tapi selain ambisi politik, tujuan Tri Adhianto mencari muka kepada Megawati bisa saja sebagai upaya untuk melindungi dirinya. Khususnya dari kasus hukum yang mungkin saja bisa menamatkan karir politiknya.







Tinggalkan Balasan