POROSBEKASI.COM – Kehidupan ekonomi keluarga di Kampung Bakaro tidak dapat dipisahkan dari aktivitas melaut yang dilakukan masyarakat pesisir.
Ketika nelayan berangkat mencari ikan, pendapatan keluarga turut bergantung pada hasil tangkapan yang diperoleh.
Kondisi tersebut membuat aktivitas perikanan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan rumah tangga. Ketidakpastian hasil tangkapan dan kondisi laut menjadi bagian dari risiko yang harus dihadapi keluarga nelayan.
Tirsa Mandowen, istri seorang nelayan, menggambarkan bagaimana kondisi di laut juga dirasakan oleh keluarga yang menunggu di darat. Ketika cuaca memburuk dan suaminya belum kembali, kekhawatiran ikut muncul di tengah keluarga.
“Kalau suami pergi melaut, kami sebagai keluarga tentu berharap hasil tangkapannya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, apalagi kalau cuaca sedang buruk,” ujar Tirsa.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa persoalan nelayan bukan hanya mengenai aktivitas ekonomi di laut. Di balik nelayan yang mencari penghasilan, terdapat keluarga yang turut bergantung pada hasil pekerjaan tersebut.
Karena itu, penguatan ekonomi nelayan juga berkaitan dengan ketahanan ekonomi keluarga pesisir. Semakin baik hasil tangkapan dikelola dan dipasarkan, semakin besar pula peluang pendapatan tersebut memberikan manfaat bagi kebutuhan rumah tangga.
Persoalan pemasaran menjadi salah satu mata rantai yang penting. Nelayan membutuhkan akses terhadap pasar yang jelas sehingga hasil tangkapan dapat dijual dengan mekanisme yang transparan dan harga yang layak.
Harapan tersebut kemudian dikaitkan dengan keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Bakaro. Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas perikanan, termasuk dalam mendukung kegiatan ekonomi mereka.
KNMP diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Keberadaannya perlu didukung dengan pengelolaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pemanfaatan fasilitas hingga pengembangan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan hasil laut.
Dukungan terhadap nelayan juga perlu diberikan secara tepat sasaran. Kondisi masyarakat di lapangan menjadi pertimbangan penting agar fasilitas yang tersedia benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi warga.
Di sisi lain, rasa memiliki masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan KNMP. Ketika warga merasakan manfaat secara langsung, fasilitas tersebut memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan, dijaga dan dirawat sebagai bagian dari kepentingan bersama.
Bagi keluarga pesisir, keberadaan sistem ekonomi yang lebih baik dapat memberikan kepastian yang lebih besar terhadap penghasilan rumah tangga. Hasil laut yang memiliki jalur pemasaran jelas diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi pekerjaan nelayan.
Dengan demikian, pengembangan KNMP di Bakaro memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Manfaat yang diharapkan bukan hanya dirasakan nelayan, tetapi juga keluarga yang selama ini menggantungkan kehidupan pada aktivitas melaut.
Suara masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan pesisir tidak hanya berupa fasilitas. Ada harapan agar fasilitas tersebut terhubung dengan pasar, tata kelola yang transparan dan sistem ekonomi yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi nelayan serta keluarga mereka.







Tinggalkan Balasan