Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Persoalan ekonomi nelayan tidak semata berkaitan dengan banyak atau sedikitnya ikan yang diperoleh.

Nilai hasil tangkapan juga dipengaruhi cara ikan ditangani setelah didaratkan, kemampuan mempertahankan kualitas, akses terhadap pembeli dan biaya distribusi.

Karena itu, fasilitas perikanan yang berada lebih dekat dengan aktivitas nelayan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil laut.

Ikan Tak Cukup Hanya Ditangkap

Hasil tangkapan yang telah diperoleh nelayan membutuhkan penanganan agar kualitasnya tetap terjaga sebelum sampai kepada konsumen.

Jika fasilitas penyimpanan tidak tersedia atau akses pasar terbatas, nelayan dapat menghadapi tekanan untuk segera menjual hasil tangkapan. Dalam kondisi tertentu, jarak menuju pasar juga menambah biaya yang harus dikeluarkan.

Persoalan tersebut menunjukkan pentingnya mata rantai pendukung setelah proses penangkapan. Penanganan, penyimpanan, pencatatan dan pemasaran menjadi bagian yang menentukan bagaimana hasil laut memberikan nilai ekonomi bagi nelayan.

Fasilitas Penyimpanan Jaga Mutu Hasil Tangkapan

KKP pada Februari 2026 menyatakan telah mengerahkan 87 surveyor untuk melakukan survei lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima provinsi di Pulau Papua.

Survei tersebut mencakup kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan nelayan aktif, kegiatan perikanan tangkap, potensi usaha serta bisnis perikanan dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menegaskan pembangunan KNMP harus disesuaikan dengan kondisi setiap lokasi.

“Setelah lokasi dinyatakan layak, kami akan segera menyusun dokumen perencanaan dan melanjutkan ke proses pengadaan,” kata Latif, dikutip Minggu (20/9/2026).

Pada 2026, KKP mengembangkan model KNMP dalam bentuk kluster yang saling terhubung. KNMP hub dirancang sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan dengan fasilitas seperti cold storage.

Sementara KNMP penyangga menjadi lokasi pengumpulan hasil tangkapan nelayan yang dilengkapi fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.

Hasil perikanan kemudian diarahkan menuju sentra logistik dan pintu distribusi untuk pasar regional, nasional hingga ekspor.

Koperasi Bisa Perkuat Posisi Nelayan

Pengalaman pengembangan ekonomi berbasis kampung di Supiori juga memperlihatkan peran kelembagaan dalam menjaga nilai hasil tangkapan.

Kompas.com memberitakan fasilitas penyimpanan ikan melalui koperasi di Kampung Rayori membantu menjaga mutu hasil tangkapan sebelum dipasarkan ke Biak.

Dalam praktik lainnya, hasil tangkapan dikumpulkan, ditimbang, dicatat dan dibayarkan melalui koperasi. Mekanisme tersebut membuat nelayan tidak selalu harus menangani sendiri seluruh proses pemasaran dan distribusi keluar daerah.

Pengalaman Koperasi Indami Center di Supiori juga menunjukkan pentingnya kelembagaan masyarakat dalam mengumpulkan hasil tangkapan dan menghubungkannya dengan pasar.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan fasilitas fisik dan penguatan kelembagaan ekonomi perlu berjalan bersama.

Harga Ikan Tidak Otomatis Naik

Kehadiran fasilitas penampungan tidak berarti otomatis menentukan atau menaikkan harga ikan. Harga tetap dipengaruhi berbagai faktor, antara lain pasokan dan permintaan, kualitas ikan, jenis komoditas, musim penangkapan, kondisi pasar dan mekanisme perdagangan.

Namun, fasilitas penyimpanan dan penanganan hasil tangkapan dapat memberikan pilihan tambahan bagi nelayan.

Ketika hasil tangkapan dapat disimpan dalam kondisi yang lebih baik, nelayan memiliki kesempatan mengatur jalur pemasaran sesuai kondisi yang tersedia. Hal tersebut berbeda dengan situasi ketika seluruh hasil tangkapan harus segera dibawa keluar wilayah karena tidak tersedia sarana penyimpanan.

Bagi KNMP Doubo, manfaat ekonomi akhirnya bergantung pada pengelolaan setelah fasilitas selesai dibangun.

Ketersediaan pembeli, sistem rantai dingin, pencatatan hasil, tata kelola kelembagaan dan akses transportasi harus saling terhubung agar fasilitas tidak berhenti sebagai bangunan fisik.

Jika seluruh mata rantai tersebut berjalan, KNMP Doubo dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai ekonomi hasil laut dan memperluas akses pemasaran bagi masyarakat nelayan di Supiori.

Karena itu, keberhasilan KNMP Doubo tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas, tetapi juga bagaimana sarana tersebut mampu menghubungkan nelayan dengan pasar dan membuat distribusi hasil laut menjadi lebih efisien.

 

 

Porosbekasicom
Editor