Selain itu, Bella mempertanyakan bagaimana nasabah dapat memperoleh kepastian apabila uang mereka hilang melalui transaksi yang diklaim tidak pernah dilakukan.
“Gak semua orang keadaan ekonomi itu bisa nunggu sampai 50 hari sampai uang itu kembali. Kalau sampai nggak bisa makan gimana?” kata Bella.
Ia berharap regulator maupun perbankan tidak hanya menangani persoalan tersebut secara individual, tetapi juga memberikan penjelasan yang dapat dipahami masyarakat mengenai mekanisme perlindungan dana nasabah.
“Pengen denger dari Bank Indonesia atau dari bank manapun kejelasan kenapa ini bisa terjadi dan bagaimana caranya biar uang kita bisa kembali?” ujarnya.
Bella kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan kejadian pertama yang dialaminya. Ia mengaku telah menghadapi kejadian serupa sebanyak tiga kali selama 2026.
Jika kejadian kembali terulang dan tidak mendapatkan penyelesaian, Bella menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum.
Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian luas setelah video Bella menyebar di media sosial. Salah satu laporan menyebut video yang diunggah pada 28 Agustus sempat mencapai sekitar 941 ribu tayangan, 142 ribu tanda suka, dan 36 ribu kali dibagikan.
Besarnya perhatian terhadap unggahan tersebut turut memunculkan beragam respons dari warganet. Salah satu akun yang dikutip dalam pemberitaan, @KemangiNews, mempertanyakan keamanan dana nasabah dan meminta pengguna lain yang mengalami kejadian serupa untuk ikut bersuara.
“Bank mana yang bisa dipercaya kalau kayak gini caranya?” demikian isi komentar.
Respons lain datang dari akun @Inaa_Rf. Akun tersebut mengingat Bella sebagai mantan penyiar Prambors dan mengaku khawatir dengan penggunaan bank BUMN.







Tinggalkan Balasan