Dalam pos

Massa Klaim GRIB Jaya Sempat Membantah Turun ke Jalan

Dalam pernyataan yang disampaikan, peserta aksi juga menuding sempat terjadi perbedaan keterangan mengenai keberadaan anggota GRIB Jaya di lokasi kerusuhan pada 27 Agustus.

Peserta aksi menyebut, pada awalnya terdapat pihak yang membantah bahwa anggota GRIB Jaya ikut turun ke jalan. Namun, menurut mereka, setelah sejumlah video beredar di internet, kemudian muncul pengakuan mengenai keberadaan anggota organisasi tersebut di lokasi kejadian.

Massa juga menyinggung pernyataan pimpinan organisasi yang disebut tidak berada di lokasi pada saat peristiwa tersebut berlangsung.

Klaim tersebut menjadi bagian dari argumentasi peserta aksi dalam mendesak kepolisian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan anggota GRIB Jaya dalam kerusuhan.

Desak Polri Independen dan Transparan

Selain menyampaikan tuntutan pembubaran GRIB Jaya, massa aksi menyatakan akan melanjutkan konsolidasi untuk membahas langkah berikutnya dalam upaya mendorong pemberantasan premanisme.

Mereka juga berencana menggelar audiensi dengan pihak Polri pada pekan berikutnya. Dalam agenda audiensi tersebut, massa ingin meminta Polri menjalankan proses penanganan perkara secara independen dan transparan.

Mereka berharap proses hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran tidak dipengaruhi oleh kepentingan kelompok tertentu sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum dan rasa aman.

Massa Siapkan Aksi Lanjutan

Peserta aksi juga menyatakan akan terus melihat perkembangan respons pemerintah dan DPR setelah demonstrasi tersebut dilaksanakan.

Apabila tidak terdapat tanggapan yang dianggap memadai, mereka menyatakan akan kembali melakukan aksi lanjutan.

Menurut massa, persoalan mengenai keamanan masyarakat dan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu harus diselesaikan secara terbuka dalam kerangka negara hukum.

Porosbekasicom
Editor