Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait penggunaan pesawat jet saat kunjungan kerja ke Indonesia Timur.

Ia menegaskan pesawat yang digunakan merupakan aset milik pemerintah, bukan private jet sewaan, sehingga pelaksanaan tugas pengawasan proyek tetap berjalan efektif tanpa melibatkan penyewaan dari pihak swasta.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang memperlihatkan Dody menaiki sebuah pesawat ketika melakukan inspeksi proyek infrastruktur di kawasan Indonesia Timur.

Video itu kemudian memunculkan berbagai narasi yang menyebut pesawat tersebut merupakan private jet di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Menanggapi hal itu, Dody menegaskan bahwa pesawat yang digunakannya merupakan pesawat kalibrasi milik Kementerian Perhubungan yang dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas menuju wilayah-wilayah dengan akses penerbangan komersial yang terbatas.

Akses Wilayah Terpencil Jadi Pertimbangan Operasional

Dikutip Tirto, Dody menjelaskan penggunaan pesawat kalibrasi didasarkan pada kebutuhan operasional selama melakukan inspeksi pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur.

“Pesawat yang saya gunakan bukan private jet sewaan. Itu adalah pesawat kalibrasi milik Kementerian Perhubungan. Banyak bandara di wilayah Indonesia Timur yang memang tidak bisa didarati pesawat komersial, sehingga kami harus menyesuaikan moda transportasi agar pekerjaan di lapangan tetap bisa dilakukan,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Dody kepada wartawan di Kantor Kementerian PU, Jakarta, sebagaimana dikutip sejumlah media.

Ia menerangkan bahwa kondisi geografis dan karakteristik sejumlah bandara di kawasan Indonesia Timur membuat penerbangan komersial tidak selalu dapat menjangkau lokasi proyek yang harus ditinjau secara langsung.

Karena itu, penggunaan pesawat kalibrasi menjadi solusi agar proses pengawasan pembangunan tetap berjalan efektif.

Dody Pastikan Tidak Ada Penyewaan Jet Pribadi

Dody juga membantah anggapan bahwa pemerintah mengeluarkan anggaran untuk menyewa pesawat dari pihak swasta.

Menurutnya, pesawat yang digunakan merupakan aset milik Kementerian Perhubungan sehingga mekanisme pembiayaannya tetap berada dalam sistem anggaran pemerintah.

“Yang kedua itu kan private jet-nya siapa namanya? Kementerian Perhubungan, kalibrasi. Jadi (keluar) kantong kanan, (masuk) kantong kiri,

Ia menegaskan bahwa biaya operasional tetap berasal dari APBN dan seluruh penggunaannya berada dalam lingkup pemerintah, bukan untuk kepentingan pihak lain.

“Bukan kemudian uang itu di kantong siapa. Enggak, di kantongnya Kementerian Perhubungan, kantongnya Dudy Purwagandhi, bukan di kantong saya,” ucapnya.

Menteri PU Bantah Narasi yang Beredar di Media Sosial

Selain meluruskan informasi mengenai pesawat yang digunakan, Dody juga memberikan klarifikasi terkait narasi lain yang berkembang di media sosial, termasuk tudingan bahwa dirinya tidak bersalaman dengan pegawai usai turun dari pesawat.

Ia menegaskan hubungan profesional dengan seluruh pegawai di lingkungan Kementerian PU tetap terjalin dengan baik.

“Gak pernah saya pilih salaman apalagi sama pegawai saya, enggak mungkin lah,” celetuk Dody.

Klarifikasi untuk Meluruskan Informasi Publik

Isu mengenai penggunaan pesawat bermula dari video yang beredar di media sosial dan memunculkan berbagai interpretasi mengenai moda transportasi yang digunakan Menteri PU saat menjalankan kunjungan kerja ke Indonesia Timur.

Dalam penjelasannya, Dody menegaskan bahwa penggunaan pesawat kalibrasi dilakukan semata-mata untuk menunjang mobilitas menuju lokasi yang sulit dijangkau penerbangan reguler sehingga agenda inspeksi proyek infrastruktur dapat berlangsung sesuai kebutuhan operasional.

Kementerian PU pun menegaskan bahwa pesawat yang digunakan merupakan aset pemerintah, bukan private jet sewaan dari pihak swasta.

Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai penjelasan resmi atas informasi yang berkembang di ruang publik terkait kunjungan kerja Menteri PU ke wilayah Indonesia Timur.

 

 

Porosbekasicom
Editor