PorosBekasi.com – Polemik proyek Sekolah Rakyat di lingkungan Kementerian Sosial kembali memanas setelah muncul sorotan terhadap nilai pengadaan sejumlah barang yang dinilai tidak wajar.
Center For Budget Analisis, menilai harga sejumlah item dalam proyek tersebut jauh melampaui kewajaran dan patut ditelusuri aparat penegak hukum.
Sorotan itu mencuat di tengah keputusan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang membebastugaskan sementara dua pejabat di lingkungan Kemensos.
Keduanya berasal dari jabatan Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada satuan kerja Sekretariat Jenderal serta Kepala Sub Bagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.
Namun Direktur Eksekutif Center For Budget Analisis, Uchok Sky Khadafi, menilai langkah tersebut belum menyentuh substansi persoalan dalam proyek Sekolah Rakyat yang kini menjadi sorotan publik.
“Dengan membebaskan dua pejabat di lingkungan Kemensos ini, Gus Ipul sedang akting lucu ketoprak ala NU,” ujar Uchok Sky dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia menyebut, dalam polemik yang berkembang, pejabat teknis justru menjadi pihak yang paling disorot di ruang publik, sementara pengambil kebijakan dinilai berupaya menjaga jarak dari persoalan yang muncul.
“Di panggung terbuka yang disalahkan adalah dua pejabat alias pemain sendiri. Sedang sang sutradara di belakang panggung bertepuk tangan, senyum, dan ketawa untuk membersihkan diri sendiri,” sindirnya.
Uchok menilai persoalan proyek Sekolah Rakyat tidak hanya berkaitan dengan pengadaan sepatu, tetapi juga sejumlah item lain yang disebut memiliki nilai fantastis.
Salah satunya pengadaan bingkai foto Presiden dan Wakil Presiden yang dikabarkan mencapai Rp530 ribu per buah.
“Kalau bikin lawakan ketoprak mengenai foto bingkai Presiden dan Wapres jangan mahal-mahal dong. Itu harga foto bingkai Presiden seharga Rp530 ribu beli toko di mana, atau borong dari bursa efek mana,” katanya.
Selain itu, CBA juga menyoroti pengadaan Seragam Dinas Lapangan Siswa SR 1C untuk Sekolah Rakyat dengan total anggaran mencapai Rp4,4 miliar.
Berdasarkan hitungan yang disampaikan Uchok, harga satu stel seragam siswa disebut menyentuh sekitar Rp729 ribu.
“Ini harga barang Kemensos betul-betul mahal-mahal, di luar akal sehat,” tegasnya.
Atas berbagai temuan tersebut, CBA meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera turun tangan membuka penyelidikan terhadap seluruh proyek Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Maka untuk itu, CBA meminta kepada Kejaksaan Agung untuk segera membuka penyelidikan atas semua proyek Sekolah Rakyat program unggulan Presiden Prabowo tersebut,” ujar Uchok.
Menurutnya, pembebastugasan dua pejabat Kemensos justru dapat menjadi petunjuk awal bagi aparat penegak hukum untuk mendalami dugaan persoalan pengadaan di kementerian tersebut.
“Dengan dipecat dua pejabat Kemensos ini, sudah menandakan salah satu bukti dan pintu masuk Kejagung untuk segera memanggil dua pejabat tersebut sebagai permulaan penyelidikan aparat hukum,” pungkasnya.






Tinggalkan Balasan