POROSBEKASI.COM – Dunia hukum Indonesia kehilangan salah satu advokat yang dikenal vokal, Kamaruddin Hendra Simanjuntak. Pengacara yang namanya mencuat saat mendampingi keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam kasus pembunuhan berencana yang melibatkan Ferdy Sambo itu meninggal dunia, pada Senin (19/10/2026).
Kamaruddin meninggal pada pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat. Kabar kepergian advokat berusia 52 tahun tersebut dikonfirmasi rekan seprofesinya, Martin Lukas Simanjuntak.
“Shalom, benar beliau telah berpulang ke rumah Bapa di surga subuh tadi pukul 03.00 WIB,” ujar Martin saat dikonfirmasi awak media.
Bertahun-tahun Menjalani Cuci Darah
Sebelum meninggal dunia, Kamaruddin diketahui telah lama berjuang menghadapi penyakit ginjal. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani cuci darah secara rutin selama beberapa tahun terakhir.
“Sudah dalam beberapa tahun ini rutin cuci darah,” ujar Martin.
Jenazah Kamaruddin saat ini disemayamkan di Rumah Duka Ukrida, Jakarta Barat. Adapun waktu pemakaman belum ditetapkan karena masih menunggu keputusan keluarga.
“Pemakamannya masih menunggu hasil kesepakatan dari keluarga,” jelas Martin.
Dikenal Vokal dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
Nama Kamaruddin dikenal luas masyarakat setelah menjadi kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam perkara pembunuhan berencana yang menyeret mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo.
Kasus tersebut bermula dari pembunuhan Yosua pada 8 Juli 2022. Dalam proses penanganannya, Kamaruddin aktif menyuarakan dugaan kejanggalan dan memperjuangkan kepentingan keluarga korban hingga perkara itu menjadi perhatian nasional.
Selain perkara Brigadir J, Kamaruddin juga tercatat pernah menangani sejumlah kasus besar, termasuk perkara Wisma Atlet Hambalang dan korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.
Lahir di Siborongborong, Tapanuli Utara, pada 21 Mei 1974, Kamaruddin merupakan lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI). Ia juga mendirikan kantor hukum Victoria Law Firm.
Kepergiannya meninggalkan jejak dalam perjalanan penegakan hukum di Indonesia, terutama melalui kiprahnya mendampingi keluarga Brigadir J dalam salah satu perkara pembunuhan yang menyita perhatian publik.







Tinggalkan Balasan