Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Polemik penjualan paket seragam sekolah kembali menjadi sorotan di Kota Bekasi. Kali ini, keluhan datang dari orangtua calon siswa SMP Negeri 24 Kota Bekasi, setelah beredar nota pembelian paket seragam dari koperasi sekolah dengan nilai mencapai Rp1.937.000.

Besarnya nominal tersebut memicu pertanyaan mengenai praktik penjualan seragam di lingkungan sekolah negeri.

Sejumlah orangtua menilai alasan pembelian yang disebut “sukarela“, tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan karena mereka merasa memiliki tekanan untuk tetap membeli paket yang ditawarkan.

Bukti nota dari Koperasi Sejahtera SMP Negeri 24 Kota Bekasi menunjukkan paket seragam yang dijual meliputi seragam khas sekolah, pakaian olahraga, batik, hingga berbagai atribut pelengkap dengan total nilai hampir Rp2 juta.

Nominal tersebut dinilai memberatkan sebagian orang tua, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Orang Tua Mengaku Tertekan Meski Disebut Sukarela

Walaupun pihak sekolah disebut menyampaikan bahwa pembelian seragam tidak bersifat wajib, sejumlah orang tua mengaku tetap merasa tidak memiliki banyak pilihan.

“Bahasanya memang tidak diwajibkan, tetapi kalau tidak beli di koperasi, takut anak beda sendiri model batiknya atau warna bahan seragamnya dengan teman-temannya,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, Jumat (14/7/2026).

Menurut mereka, situasi tersebut menciptakan tekanan psikologis sehingga pilihan membeli di luar sekolah menjadi sulit dilakukan, meski secara formal tidak ada kewajiban.

Transparansi Harga Dipertanyakan

Selain besarnya biaya, orang tua juga mempertanyakan transparansi penjualan paket seragam. Mereka mengaku tidak memperoleh rincian harga setiap item yang dibeli.

Dalam nota pembayaran yang beredar, hanya tercantum total pembayaran paket seragam tanpa penjelasan harga satuan masing-masing perlengkapan.

Kondisi ini memunculkan desakan agar sekolah dan koperasi membuka rincian harga secara terbuka sehingga orang tua dapat mengetahui komponen biaya yang dibayarkan serta memiliki kesempatan membandingkan harga dengan penyedia lain.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMPN 24 Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan orang tua maupun polemik penjualan paket seragam tersebut.

 

Porosbekasicom
Editor