Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Kota Bekasi kembali tercatat dalam prestasi olahraga di tingkat internasional. Kali ini, pencapaian tersebut diraih Fadhiil Rizki Abriyanto, siswa kelas 9 SMPN 13 Bekasi.

Remaja berusia 14 tahun itu berhasil membawa pulang Medali Perunggu dari ajang 5th JJAU REGIONAL CHAMPIONSHIP SOUTH EAST ASIA 2026 yang digelar di Phnom Penh, Kamboja, pada 21-23 Agustus 2026.

Fadhiil tampil di kelas NO GI U16 -62Kg dengan membawa nama Ju-Jitsu Asian Union (JJAU) sekaligus menjadi bagian dari Kontingen Indonesia.

Kejuaraan Jiu Jitsu South East Asia Championship tersebut diikuti ratusan atlet dari sejumlah negara. Tercatat lebih dari 500 atlet dari 8 negara ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung di Phnom Penh.

Kamboja sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah SEA Games 2023. Gelaran tersebut menjadi salah satu momentum berkembangnya olahraga Jiu Jitsu dan semakin dikenalnya cabang olahraga tersebut di kawasan Asia Tenggara.

Menghadapi persaingan para atlet dari berbagai negara, Fadhiil mampu memperlihatkan kemampuan serta mental bertanding hingga akhirnya meraih medali. Dalam foto yang beredar, Fadhiil tampak mengibarkan Bendera Merah Putih dengan medali tergantung di lehernya.

Sementara itu, poster resmi Kontingen Indonesia turut mencantumkan nama Fadhiil dengan tagline: “FIGHT WITH HEART, BRING HOME GLORY”

Capaian tersebut menjadi catatan tersendiri dalam pembinaan atlet usia muda di Kota Bekasi. Berstatus sebagai siswa sekolah negeri, Fadhiil mampu menembus persaingan hingga kejuaraan tingkat Asia Tenggara.

Di usianya yang baru 14 tahun, putra pasangan Serda Agung Febriyanto yang bertugas sebagai TNI di Pusat Kesehatan Angkatan Darat dan Dwi Utami, warga Harapan Baru, Medansatria, Kota Bekasi itu sudah berani “bertarung” melawan atlet terbaik se-Asia Tenggara.

Untuk bisa tampil hingga podium, Fadhiil juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Ia berangkat dengan biaya secara mandiri dan menjalani latihan bersama club ACNA & ISCO.

“Meski saya pakai anggaran secara mandiri, saya tetap bangga dan ingin agar anak saya dapat dilirik oleh Pemerintah,” ungkap Dwi.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa prestasi atlet muda tidak hanya ditentukan oleh besarnya fasilitas yang tersedia. Kerja keras atlet bersama keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan hingga akhirnya nama Bekasi dan Indonesia bisa berdiri di podium.

Setelah SEA Games 2023 di Kamboja, perkembangan Jiu Jitsu terus terlihat. Dukungan KONI Kota Bekasi dan Dispora dinilai penting agar cabang olahraga tersebut mendapat perhatian dan pembinaan yang semakin baik.

Prestasi Fadhiil Rizki juga diharapkan menjadi perhatian Pemkot Bekasi, KONI, dan Dispora. Apresiasi, beasiswa, hingga fasilitas latihan yang layak menjadi dukungan yang dibutuhkan agar atlet muda seperti Fadhiil tidak harus berjuang seorang diri.

Perjalanan Fadhiil Rizki masih terbuka panjang. Medali perunggu dari Phnom Penh menjadi tambahan pengalaman sekaligus bekal bagi atlet muda asal Bekasi tersebut untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi di kompetisi selanjutnya.

Capaian itu diharapkan dapat mendorong Pemerintah Kota Bekasi, KONI, dan Dispora memberikan dukungan kepada Fadhiil agar kemampuannya terus berkembang dan kembali membawa nama Bekasi serta Indonesia di berbagai kompetisi.

 

 

Porosbekasicom
Editor