POROSBEKASI COM – Rencana Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk berkantor secara bergiliran di lingkungan RW mulai tahun depan mendapat respons beragam dari masyarakat di media sosial.
Sejumlah warganet mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut jika dibandingkan dengan berbagai persoalan perkotaan yang masih mereka soroti.
Perdebatan itu muncul setelah akun Instagram @bekasi.terkini mengunggah informasi berjudul “Mulai Tahun Depan, Wali Kota Bekasi Bakal Turun Langsung Ngantor di RW-RW Bekasi”.
Hingga pantauan redaksi, unggahan tersebut telah memperoleh 1.435 likes dan 94 komentar.
Salah satu warganet, akun @rafaelsstory, mempertanyakan keputusan tersebut dengan mengaitkannya pada persoalan yang dinilai lebih mendesak untuk ditangani pemerintah daerah. Komentarnya mendapat 28 likes.
“Ini walikota emang ga ngerti skala prioritas. Yg didepan mata aja masalahnya ga dikerjain, ini malah mau nyari2 masalah di kantor RW.”
Komentar tersebut kemudian ditanggapi akun @dhendy.ndi. Ia mengaitkan rencana berkantor di RW dengan perkara hukum yang sedang bergulir.
“@rafaelsstory sprt’nya dia sdg berdrama pengalihan issue Penggeledahan kantornya oleh Penyidik @pidsuskejagung @kejaksaan.ri dan mengaburkan informasi akan adanya Pemeriksaan thd dirinya”
Sorotan terhadap skala prioritas kembali disampaikan @rafaelsstory. Ia menyebut sejumlah persoalan di Kota Bekasi yang menurutnya masih belum terselesaikan.
“Ini warga bekasi bukan?? Nih masalah didepan mata yg ga slese2, jalan rusak, angkutan umum smrawut, banjir makin parah, saluran pembuangan banyak yg ga berfungsi, jalanan klo hujan tergenang air, padahal sebelahnya kalimalang. Beresin aja tuh masalah yg udah menahun, ga usah carmuk mau ngantor di RW segala buat cari2 masalah baru.”
Di tengah kritik tersebut, terdapat pula warganet yang memandang kehadiran wali kota di lingkungan RW sebagai bagian dari upaya memastikan persoalan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti oleh jajaran pemerintah.
Akun @iang_murdiyanto menilai kehadiran wali kota di tingkat RW tidak dimaksudkan untuk mengambil alih pekerjaan aparatur di bawahnya.
“klo yng kerja wali kota sendiri nyampe puluhan tahun juga ga bakal beres mberesin kota, tujuan ngantor di rw bukan hanya nrima laporan tp seluruh anak buahnya benar2 kerja sampai terasa di rw”
Sementara itu, akun @yuliantokurniawanbj yang komentarnya mendapat 77 likes berpandangan bahwa pemerintah cukup memastikan setiap laporan masyarakat ditanggapi dan dikerjakan dengan cepat.
“Sebenarnya gak perlu selebay itu, cukup laporan di tanggapi dan di kerjain cepat itu jauh lebih bagus..”
Ia juga mempertanyakan peran jajaran pemerintahan yang berada di bawah wali kota.
“tujuan adanya kadis, camat, lurah buat apa? gak guna, copoott..”
Pendapat lain disampaikan akun @rila_c21 yang melihat kunjungan wali kota ke lingkungan RW tetap memiliki fungsi. Menurutnya, kehadiran langsung diperlukan agar keluhan warga tidak berhenti di tingkat bawah.
“Bukan lebay pak…kerja nyata! ga asbun, yg kerja nanti nya jg staff nya kalii…pak wali/wakil nya sekali2 visit perlu lahh… laporan tetep jln…kalo cuman nerima laporan ajaa keluhan warga kdg2/sering ga sampai ke atas pak…mandek ditengah jln…yg udh2 fakta nya gtu siih…”
Perdebatan di media sosial tersebut menunjukkan adanya dua pandangan terhadap rencana berkantor di RW.
Sebagian warganet menilai langkah tersebut dapat menjadi cara untuk mendekatkan pemerintah dengan persoalan masyarakat di tingkat lingkungan.
Di sisi lain, kritik diarahkan pada persoalan efektivitas dan skala prioritas. Warganet menyinggung jalan rusak, persoalan angkutan umum, banjir, saluran pembuangan, hingga genangan saat hujan sebagai masalah yang dinilai masih membutuhkan penyelesaian.
Rencana tersebut juga dikaitkan sebagian warganet dengan penyidikan Jampidsus Kejagung terkait dugaan korupsi tata kelola Migas senilai Rp2 triliun. Dalam perkara itu, Setda Kota Bekasi telah digeledah penyidik pada 17 September lalu.
Hingga berita ini diturunkan, rencana Tri Adhianto untuk berkantor secara bergiliran di lingkungan RW mulai tahun depan masih menjadi bahan perdebatan di media sosial.







Tinggalkan Balasan