Dalam pos

POROSBEKASI.COM – Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta dan Kantor Pusat TransJakarta menyusul viralnya insiden penumpang yang dipaksa turun dari armada bus.

Ketua Umum DPP KAMAKSI Joko Priyoski mengatakan aksi tersebut bertujuan mendesak pembenahan total terhadap manajemen TransJakarta yang dipimpin Direktur Utama Welfizon Yuza.

Menurutnya, polemik tersebut menunjukkan perlunya reformasi struktural agar pelayanan transportasi publik menjadi lebih profesional dan tidak diskriminatif.

“Bila penumpang telah melakukan kewajibannya seperti tap kartu elektronik, berarti secara sistem sudah memenuhi syarat menggunakan layanan transportasi publik resmi.

Karena itu, setiap tindakan petugas harus sesuai prosedur yang jelas dan tidak didasarkan penilaian secara subjektif semata,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, tindakan diskriminasi dalam layanan transportasi publik membuktikan lemahnya pengawasan jajaran Direksi terhadap petugasnya.

Karena itu pihaknya meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan DPRD mengevaluasi total kinerja manajemen TransJakarta, termasuk SOP penanganan penumpang yang lebih humanis.

“Evaluasi total diperlukan termasuk mengganti Dirut dan jajaran komisaris TransJakarta sebagai salah satu bentuk transformasi menuju Jakarta Kota Global dengan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi, ramah dan inklusif untuk semua warga,” tegas Joko.

Ia menjelaska jika petugas tak boleh mengambil tindakan berdasarkan penilaian subjektif terhadap kondisi fisik seseorang.

Setiap keputusan di lapangan harus mengacu pada aturan, prosedur, serta menghormati hak seluruh pengguna layanan transportasi.

Transportasi publik, kata dia, merupakan fasilitas yang disediakan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun penampilan pengguna.

Penumpang hanya dapat diturunkan apabila terbukti melakukan pelanggaran yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“KAMAKSI mendesak Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya atas dugaan diskriminasi dalam layanan transportasi publik,” katanya.

Joko menambahkan demonstrasi akan difokuskan untuk mendorong reformasi pelayanan TransJakarta agar lebih humanis, profesional, dan memberikan perlakuan yang setara kepada seluruh pengguna jasa transportasi publik.

 

 

Porosbekasicom
Editor