Dalam pos

Ia menyebut kegiatan tersebut lebih menyerupai paket wisata premium ketimbang tugas kedinasan yang memiliki dampak langsung bagi warga.

“Ini pemborosan yang sulit dimaafkan. Uang rakyat dikumpulkan dengan susah payah, tapi habis untuk kegiatan yang tidak jelas manfaatnya,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar penggunaan anggaran tersebut benar-benar diawasi secara ketat.

Dalam pernyataan penutupnya, Uchok bahkan melontarkan sindiran keras agar dana tersebut tidak disalahgunakan untuk hal-hal di luar kepentingan publik.

“Semoga saja anggaran Rp31 miliar ini tidak dipakai ke Bangkok untuk hal-hal yang tidak pantas,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD DKI Jakarta terkait alasan kenaikan signifikan anggaran perjalanan dinas luar negeri tersebut.

Publik kini menunggu transparansi serta penjelasan rinci mengenai tujuan, manfaat, dan output konkret dari program yang menelan anggaran fantastis itu.

Porosbekasicom
Editor