Dalam pos

Namun, saat kabar ini berkembang, akun tersebut sudah tidak lagi ditemukan di Instagram. Sejumlah orang dekat Adian menyebutkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki akun media sosial, meskipun Adian dalam beberapa kesempatan tidak mempersoalkan adanya akun yang menggunakan namanya.

Sebelumnya, PDI Perjuangan telah memberikan klarifikasi resmi terkait sumber anggaran MBG. Dalam jumpa pers di sekolah partai di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu 25 Febuari 2026, partai tersebut menyatakan bahwa dana MBG memang diambil dari sektor pendidikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR, MY Esti Wijayanti, menjelaskan bahwa ketentuan itu tertuang dalam UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.

Dari total Rp769 triliun anggaran pendidikan, sebesar Rp223,5 triliun dialokasikan untuk program MBG.

“Itu juga secara jelas dinyatakan bahwa Rp769 triliun anggaran pendidikan itu di antaranya digunakan untuk MBG sebanyak sebesar Rp223,5 triliun. Itu resmi di dalam buku lampiran APBN,” kata Esti kepada wartawan.

Adian dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya menyampaikan fakta tersebut kepada publik, mengingat anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN merupakan amanat konstitusi.

“Ini harus kita sampaikan. Kenapa? Karena kita bernegara dipandu oleh undang-undang dengan segala turunan hierarkinya, termasuk Peraturan Presiden ini,” ujar Adian.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, juga membenarkan bahwa sumber dana MBG tidak hanya berasal dari pendidikan.

Ia menyebut, kenaikan anggaran pendidikan secara faktual dipengaruhi oleh alokasi untuk MBG, selain kontribusi dari sektor kesehatan dan ekonomi.

“Dana BGN dalam struktur BGN terbagi tiga yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ditambah dengan cadangan dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN),” ucap Dadan lewat keterangannya, Kamis 26 Febuari 2026.

Porosbekasicom
Editor