Dalam pos

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik dan pembangunan karakter siswa.

“Dua kurikulum ini penting karena tidak hanya mematangkan pelajar dari sisi akademis, tetapi juga kepribadian mereka. Apalagi Sekolah Rakyat ini berbentuk boarding school,” ucapnya.

Gus Ipul menjelaskan, dalam penerapannya, Sekolah Rakyat memiliki tiga landasan utama: kurikulum akademik, karakter, dan keterampilan.

Kurikulum akademik disusun mengacu pada standar nasional pendidikan. Kurikulum karakter dan asrama berfokus pada kedisiplinan, kepemimpinan, serta penanaman nilai kebangsaan.

Sementara kurikulum keterampilan (vokasi dan kewirausahaan) mengasah kemampuan praktis agar siswa mampu bekerja atau membuka usaha sendiri.

Sistem pembelajaran di sekolah ini juga tidak kaku. Dengan konsep multi-entry dan multi-exit, siswa dapat menyesuaikan waktu belajar sesuai kesiapan dan kebutuhan mereka.

Untuk menjawab perkembangan zaman, Sekolah Rakyat mengadopsi pendekatan modern seperti Multi Entry–Multi Exit (MEME), yang memungkinkan siswa memulai pendidikan tanpa menunggu tahun ajaran baru.

Setiap siswa juga dibimbing melalui pendekatan individual learning, di mana kurikulum dan metode belajar disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Semua kegiatan dipantau melalui Learning Management System (LMS) yang memantau progres belajar secara real-time.

Selain itu, sebelum pembelajaran formal dimulai, siswa wajib mengikuti pelatihan dua minggu berisi pembinaan fisik, mental, dan disiplin sebagai tahap persiapan awal.

Lebih dari sekadar proyek pendidikan, Sekolah Rakyat membawa misi sosial untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2, Maragoti, menyebut bahwa hasilnya mulai terlihat di lapangan.

“Siswa di sini dimuliakan oleh Pak Presiden. Mereka yang miskin dan miskin ekstrem diberikan pendidikan gratis sekaligus berkualitas, dengan kurikulum yang berbeda dan lebih relevan,” ujarnya.

Bagi banyak pihak, Sekolah Rakyat bukan hanya simbol pemerataan pendidikan, tetapi langkah konkret negara dalam mengangkat derajat rakyat kecil.

Melalui kolaborasi lintas kementerian, program ini menegaskan bahwa setiap anak, tak peduli seberapa miskin latar belakangnya, punya hak dan kesempatan yang sama untuk mengubah hidupnya.

Porosbekasicom
Editor