PorosBekasi.com – Prmerintah menegaskan komitmen untuk fokus pada reformasi pendidikan besar-besaran.
Program ini mencakup perbaikan infrastruktur sekolah sekaligus percepatan digitalisasi sistem pembelajaran di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah menargetkan renovasi 300 ribu sekolah dalam lima tahun ke depan, sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan dasar hingga menengah.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam dialog bertajuk “Presiden Prabowo Jawab Kritikan MBG, BOP Terkait Palestina & Nego Tarif Amerika Dengan Donald Trump” yang tayang, Sabtu, 21 Maret 2026.
“Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan saya ingin naik 90 ribu sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah,” ujarnya.
Selain perbaikan fisik, pemerintah mendorong transformasi pembelajaran melalui digitalisasi sekolah secara nasional.
Lebih dari 288 ribu unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel) telah didistribusikan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada,” kata Prabowo.
Tak hanya itu, pemerintah menyiapkan sistem pengajaran terpusat untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah.
Guru terbaik akan menyalurkan materi melalui studio, sementara pemantauan belajar siswa bisa dilakukan secara real-time melalui perangkat interaktif.
“Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas,” jelas Prabowo.
Presiden menegaskan reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia Indonesia, agar mampu bersaing di era teknologi global.
“Ini lompatan-lompatan dalam langkah human capital,” tegas Prabowo.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.







Tinggalkan Balasan