POROSBEKASI.COM – Terduga pelaku pencurian telepon genggam (HP) milik penumpang Commuter Line di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, berhasil diamankan di Stasiun Tanah Abang.
Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah petugas KAI Commuter menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) analytic yang terpasang di dalam rangkaian kereta.
Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) KAI Commuter, Ramadhan, mengatakan pengamanan terduga pelaku berawal dari penelusuran rekaman CCTV setelah korban melaporkan kehilangan HP saat menggunakan layanan Commuter Line.
“Pengamanan pelaku tersebut dilakukan atas hasil pelacakan melalui sistem CCTV Analytic yang dimiliki KAI Commuter,” ujar Ramadhan di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.
Kasus pencurian tersebut bermula ketika penumpang berinisial F melaporkan kehilangan HP saat menaiki Commuter Line tujuan Angke via Manggarai, pada Selasa (27/10).
Menindaklanjuti laporan itu, petugas KAI Commuter langsung memeriksa rekaman CCTV di dalam rangkaian kereta. Rekaman yang diduga memperlihatkan aktivitas pelaku kemudian ditelusuri untuk mengidentifikasi keberadaan terduga pelaku.
Hasil penelusuran tersebut mengarah ke Stasiun Tanah Abang. Petugas akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan terduga pelaku di lokasi tersebut.
Selanjutnya, terduga pelaku bersama korban diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
KAI Commuter juga memberikan pendampingan kepada korban untuk membuat laporan polisi di Polres Metro Jakarta Timur.
Langkah ini dilakukan agar korban mendapatkan bantuan dalam menindaklanjuti kasus pencurian yang dialaminya.
Korban berinisial S menyampaikan apresiasi kepada jajaran KAI Commuter atas respons cepat, keramahan, serta profesionalisme petugas dalam menangani kejadian tersebut.
Menurut S, pendampingan petugas sangat membantu, terutama ketika menjalani proses pelaporan ke kepolisian. Ia juga mengapresiasi komitmen KAI Commuter yang memastikan korban tetap mendapat pendampingan hingga proses pelaporan selesai.
Meski demikian, korban berharap laporan polisi yang telah dibuat tidak berhenti pada tahap pelaporan. Ia meminta kepolisian segera menindaklanjuti dan mengembangkan laporan tersebut agar kasus pencurian yang dialaminya dapat diungkap secara menyeluruh.
Pengungkapan kasus melalui CCTV Analytic menunjukkan peran penting sistem pengawasan dalam membantu penanganan tindak kejahatan di lingkungan transportasi publik. Namun, pengamanan terduga pelaku bukan akhir dari proses penyelesaian perkara.
Koordinasi antara penyedia layanan transportasi dan aparat penegak hukum tetap diperlukan agar laporan korban diproses sesuai ketentuan hukum.
Korban berharap penanganan kasus tersebut berlanjut hingga tuntas, sehingga tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjamin rasa aman dan keadilan bagi penumpang Commuter Line lainnya.






Tinggalkan Balasan