PorosBekasi.com – Jagat media sosial diramaikan oleh video siaran langsung yang merekam momen kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.
Siaran tersebut dilakukan oleh akun YouTube Trainspotter ID yang saat itu berada di dalam KA Argo Bromo.
Tanpa diduga, perjalanan yang semula biasa berubah menjadi situasi darurat. Dalam tayangan live, terdengar suara klakson keras sebelum guncangan hebat menggoyang gerbong. Kepanikan pun langsung pecah di antara penumpang.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar. Aduh, nabrak, ya?” teriak sang YouTuber bersamaan dengan penumpang lain saat benturan terjadi.
Rekaman tersebut memperlihatkan suasana di dalam kereta yang mendadak kacau. Penumpang terlihat kebingungan, sebagian berdiri dan berpindah tempat untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Teriakan mulai terdengar dari berbagai sudut gerbong.
“Nabrak, nabrak. Astagfirullahaladzim,” ujar pemilik akun YouTube Trainspotter ID itu.
Kepanikan semakin terasa saat sejumlah koper dari bagasi kabin atas terjatuh akibat benturan. Barang-barang penumpang berserakan di lantai, menambah kekacauan di dalam gerbong.
“Nabrak. Berantakan semua tasnya,” kata seorang penumpang lainnya.
Dalam kondisi gelap di luar jendela, banyak penumpang dari gerbong tengah dan belakang bergerak menuju bagian depan untuk mencari informasi.
Sebagian besar awalnya tidak menyadari bahwa kereta yang mereka tumpangi telah menabrak rangkaian lain, bahkan tidak mengetahui lokasi pasti kejadian berada di area Stasiun Bekasi Timur.
Situasi diperparah dengan tidak berfungsinya tombol pembuka pintu pascakecelakaan. Penumpang pun terpaksa bertahan di dalam gerbong sambil menunggu bantuan.
Sementara itu, PT KAI menyampaikan pembaruan jumlah korban akibat insiden tersebut. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa hingga Selasa pagi (28/4/2026), tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
“Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata Anne dalam keterangan resminya.
Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sedangkan korban luka kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.







Tinggalkan Balasan