POROSBEKASI.COM – Sebuah truk molen mengalami kecelakaan di Jalan Cut Mutia, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu 1 November 2026 sore.
Kendaraan berat tersebut menabrak sejumlah warga yang tengah menunggu bus di halte. Enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu melibatkan truk molen bernomor polisi B 9548 MV.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, kendaraan yang mengangkut adukan semen tersebut melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) menuju kawasan Rawa Panjang.
Kecelakaan bermula ketika truk melintasi jalan menurun di sekitar jembatan depan kampus Universitas Bina Sarana Informatika (BSI).
Kendaraan diduga mengalami gangguan pengereman hingga pengemudi kehilangan kendali.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Rojali mengatakan, pengemudi sempat berupaya menghentikan kendaraan dengan mengarahkannya ke tembok gerbang kampus. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.
“Pengemudi menerangkan bahwa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena tidak dapat melakukan pengereman,” kata Rojali, dikutip Senin (2/11/2026).
Truk yang terus melaju kemudian menghantam sejumlah orang di sekitar halte. Benturan keras membuat warga yang sedang menunggu bus menjadi korban sebelum kendaraan akhirnya menabrak bangunan dan terguling.
“Korban saat kejadian memang sedang menunggu bus di halte. Enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Rojali.
Berdasarkan data kepolisian yang diberitakan sejumlah media, kecelakaan tersebut mengakibatkan 12 orang menjadi korban. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka.
Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. Lima korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Kota Bekasi, sementara satu korban lainnya dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang.
Adapun korban luka-luka mendapatkan penanganan medis di RS Juwita dan RS Siloam Rawa Panjang.
Polisi Periksa Sopir dan Kondisi Truk
Polisi telah mengamankan pengemudi truk berinisial TM untuk dimintai keterangan. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyebut pemeriksaan terhadap sopir menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
“Kami telah mengamankan sopir truk berinisial TM yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Yang bersangkutan telah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan,” kata Putu Kholis.
Selain memeriksa pengemudi, penyidik juga mendalami kondisi teknis kendaraan. Pemeriksaan mencakup sistem pengereman, riwayat perawatan, pemeliharaan berkala, serta kelengkapan dokumen dan hasil uji kelayakan kendaraan atau KIR.
Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Putu mengatakan, status hukum pengemudi masih dapat berkembang sesuai hasil penyidikan dan kecukupan alat bukti.
“Tentu apabila bukti-bukti telah mencukupi dan perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan, tidak menutup kemungkinan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” katanya.
Sementara itu, petugas melakukan evakuasi terhadap truk molen yang terguling dengan bantuan alat berat. Proses penanganan kecelakaan juga disertai pengaturan arus lalu lintas di sekitar Jalan Cut Mutia.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memastikan apakah insiden tersebut benar-benar dipicu kegagalan sistem pengereman atau terdapat faktor lain yang menyebabkan truk kehilangan kendali.







Tinggalkan Balasan