POROSBEKASI.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bekasi pada akhir September 2026, dinamika politik mulai menghangat.
Persoalan yang berkembang disebut bukan hanya mengenai siapa yang nantinya akan menjadi Ketua Partai Golkar Kota Bekasi.
Ada pertarungan kekuatan yang mulai dipertaruhkan
Musda Partai Golkar Kota Bekasi memang baru akan berlangsung pada akhir September 2026. Namun, jauh sebelum forum tersebut digelar, persaingan politik sudah mulai terasa.
Nama Ade Puspitasari menjadi salah satu figur yang berada dalam pusaran pertarungan tersebut.
Ade bukan nama yang mudah disingkirkan dari peta politik Kota Bekasi. Ia dinilai memiliki kekuatan dan basis yang cukup mengakar.
Sebagai bocah Bekasi, Ade juga dikenal memiliki kedekatan dengan masyarakat serta basis politik yang tidak bisa dianggap remeh.
Di tengah dinamika tersebut, muncul kekhawatiran adanya pihak-pihak yang mulai cawe-cawe dalam menghadapi Musda Golkar Kota Bekasi.
Sebab, persoalannya dinilai bukan hanya soal siapa yang akan memimpin Golkar saat ini. Ada kepentingan politik yang jauh lebih panjang.
Peta kekuasaan di Kota Bekasi bisa saja mengalami perubahan. Dan perubahan tersebut tentu menjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh pihak-pihak yang saat ini sedang menikmati kekuasaan.
Alumni PMII Jakarta Pusat 2002, Deny Iskan, menilai Musda Golkar Kota Bekasi perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika politik yang lebih luas.







Tinggalkan Balasan