POROSBEKASI.COM – Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, harus memulai balapan Moto3 Grand Prix Jepang dari posisi ke-18 di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Minggu, 4 Oktober 2026. Posisi tersebut didapat setelah Veda mengalami kecelakaan saat menjalani sesi kualifikasi.
Hasil itu menjadi tantangan tersendiri bagi Veda yang sebelumnya menunjukkan performa kompetitif pada sesi latihan. Pembalap muda asal Gunungkidul tersebut bahkan mampu mengamankan posisi untuk langsung melaju ke Kualifikasi 2.
Seperti dikutip dari MotoGP.com, Veda sempat berada di luar 10 besar pada paruh sesi latihan hari pertama. Namun, ia mampu meningkatkan catatan waktunya pada percobaan terakhir hingga membukukan waktu 1 menit 55,597 detik.
Catatan tersebut menempatkan Veda di posisi kedelapan sekaligus membuatnya lolos otomatis ke Kualifikasi 2. Penampilan itu juga mendapat apresiasi dari manajemen Honda Team Asia karena kecepatan Veda dinilai terus meningkat dan mampu memperkecil jarak dengan para pembalap di barisan depan.
Namun, momentum tersebut tidak berlanjut di sesi penentuan posisi start. Veda mengalami kecelakaan di salah satu tikungan ketika berupaya mencatat waktu terbaik.
Insiden itu membuat perjuangannya di kualifikasi terhenti lebih cepat. Veda pun harus menerima posisi start ke-18 untuk balapan utama Moto3 Jepang.
Meski demikian, Veda tidak menjadikan kecelakaan tersebut sebagai alasan. Ia memandang insiden di lintasan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan di level dunia.
Memulai balapan dari posisi ke-18 tidak membuat Veda kehilangan keyakinan terhadap peluangnya. Ritme motor yang ditunjukkan sepanjang sesi latihan menjadi modal untuk mengejar ketertinggalan saat balapan.
Veda pun bertekad memaksimalkan kemampuan motor dan dirinya untuk memperbaiki posisi secara bertahap. Ia membidik hasil positif dalam balapan Moto3 Jepang yang berlangsung di markas besar Honda tersebut.







Tinggalkan Balasan