POROSBEKASI.COM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kantor Cabang Jember (BNI Jember) mengucurkan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp200 juta kepada Karyati, pemilik usaha sapu ijuk bermerek Ken Dedes di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.
Kucuran dana KUR BNI tersebut difungsikan untuk memperluas area operasional sekaligus memperkuat daya saing serta kapasitas bisnis yang dirintis Karyati bersama sang suami.
Berlokasi di Desa Semboro, usaha Karyati rutin memproduksi sapu ijuk dan bermacam perlengkapan kebersihan rumah tangga, guna merespons kebutuhan pasar, mulai dari kalangan perkantoran, instansi pemerintah, pedagang keliling, hingga masyarakat umum di area Jember dan sekitarnya.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, keberpihakan BNI Jember terhadap para pelaku usaha produktif merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperluas jangkauan pembiayaan UMKM sekaligus memicu pergerakan ekonomi daerah.
“BNI Jember terus berupaya hadir lebih dekat dengan pelaku usaha melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnisnya. Melalui KUR BNI, kami ingin membantu usaha-usaha produktif yang telah memiliki pasar dan prospek agar dapat terus berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Okki, Kamis (17/9/2026).
Usaha Ken Dedes saat ini melibatkan lima tenaga kerja dalam kegiatan produksi sehari-hari. Proses produksi dilakukan mulai dari pengolahan bahan baku serabut ijuk, pemasangan gagang, pengepresan sesuai ukuran, hingga pengemasan produk sebelum dipasarkan kepada pelanggan.
Menariknya, kegiatan usaha tersebut juga terhubung dengan rantai pasok dari sejumlah daerah di sekitar Jember. Bahan baku dan komponen produksi antara lain diperoleh dari pemasok di Bondowoso, Lumajang, serta Puger, Jember.
Dengan demikian, aktivitas usaha yang dijalankan Karyati tidak hanya memberikan penghasilan bagi keluarga dan tenaga kerja yang terlibat, tetapi juga turut menciptakan perputaran ekonomi bagi pemasok dan pedagang dalam rantai usaha sapu ijuk.
Menurut Okki, karakter usaha seperti ini menunjukkan potensi UMKM daerah yang dapat terus berkembang apabila memperoleh dukungan pembiayaan dan akses pasar yang memadai.
“Usaha produktif di daerah memiliki rantai ekonomi yang cukup luas. Ketika kapasitas usahanya meningkat, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh tenaga kerja, pemasok, hingga jaringan penjualan yang terlibat. Karena itu, kami berharap pembiayaan KUR dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan operasionalnya, usaha Ken Dedes telah memiliki fasilitas produksi berupa mesin pembuatan sapu, gudang penyimpanan, serta sarana penyimpanan barang untuk mendukung kegiatan produksi dan distribusi.
BNI Jember terus mendorong agar penyaluran KUR diarahkan kepada usaha produktif yang memiliki prospek serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.
“Tidak hanya memperluas akses pembiayaan, BNI juga berkomitmen menjaga kualitas penyaluran KUR dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap prosedur. Hal ini dilakukan dengan memastikan KUR disalurkan kepada pelaku usaha yang memenuhi ketentuan dan dimanfaatkan sesuai tujuan pembiayaan,” tegas Okki.
Selain melalui akses pembiayaan, BNI juga mendorong penguatan UMKM melalui pendampingan, digitalisasi, serta perluasan akses pasar sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing usaha.
Bagi BNI Jember, penyaluran program KUR kepada pelaku usaha lokal seperti Ken Dedes merupakan wujud nyata kontribusi dalam memperkokoh ekosistem usaha produktif di kawasan Kabupaten Jember.
BNI berharap ke depannya semakin banyak pelaku UMKM di Jember yang memperoleh kemudahan akses perbankan yang tepat sasaran, sehingga mampu menggenjot kapasitas produksi, menembus pasar baru, menyediakan lapangan kerja, serta tumbuh secara berkelanjutan.







Tinggalkan Balasan