PorosBekasi.com – Rekaman suara atau voice note milik Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Nesan Sujana, menjadi viral di media sosial.
Rekaman itu memicu polemik setelah memuat pernyataan yang dinilai menyinggung anggota Linmas sekaligus menyebut nama Presiden Prabowo Subianto.
Voice note tersebut beredar usai terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kota Bekasi.
Dalam rekaman yang tersebar luas, Nesan menyoroti tidak adanya petugas Linmas di sejumlah titik perlintasan kereta api sebidang.
“Ini tidak ada Linmas, gimana saya mau perhatian ke Linmas. Lima titik saya survei, tidak ada satu pun Linmas,” ucap Nesan dalam rekaman dikutip, Kamis (7/5/2026).
Tak hanya itu, potongan voice note lain juga menjadi sorotan karena menyebut nama Presiden Prabowo saat membahas risiko penjagaan di area rel kereta.
“Takutnya mondar-mandir enam jam, kesamber ketabrak kereta mati, turun Presiden turun yang lain,” katanya.
Ucapan tersebut memancing reaksi dari anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Bekasi.
Puluhan anggota Linmas kemudian mendatangi Kantor Pemerintah Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani untuk menyampaikan protes dan tuntutan klarifikasi.
Mereka menilai pernyataan Kasatpol PP telah meremehkan tugas Linmas yang selama ini terlibat dalam pengamanan lingkungan, patroli wilayah, hingga membantu ketertiban masyarakat.
Linmas Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Dalam aksi tersebut, massa meminta Kepala Satpol PP Kota Bekasi menarik ucapannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh anggota Linmas.
Para peserta aksi yang didominasi anggota Linmas senior mengaku tersinggung karena pengabdian mereka dianggap tidak maksimal.
Mereka menegaskan bahwa Linmas tetap aktif menjalankan tugas di lingkungan masing-masing selama 24 jam.
Komandan Peleton Linmas Kelurahan Harapan Baru, Edy Wijaya, menyebut ucapan Nesan Sujana telah melukai perasaan para anggota Linmas.
Menurut Edy, Linmas selama ini tetap menjalankan kewajiban di wilayah kelurahan, termasuk melakukan patroli keamanan bersama aparat setempat.
Ia juga menegaskan bahwa nominal honor dan bantuan beras yang diterima anggota Linmas bukan menjadi persoalan utama.
Namun, ia berharap pengabdian para anggota tetap dihormati oleh para pejabat daerah.
Massa Kecewa Kasatpol PP Tak Temui Demonstran
Aksi protes berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Kota Bekasi dengan pengawalan aparat keamanan.
Massa aksi mengaku kecewa lantaran Kepala Satpol PP Kota Bekasi tidak menemui mereka secara langsung.
Para demonstran hanya diterima oleh petugas Satpol PP yang mencoba menenangkan situasi dan mendengar tuntutan massa.
Linmas berharap polemik ini menjadi evaluasi bagi pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama yang berkaitan dengan profesi maupun institusi yang bertugas membantu pelayanan masyarakat.
Selain meminta permintaan maaf terbuka, mereka juga berharap hubungan antara pemerintah daerah dan anggota Linmas tetap terjaga dengan baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.







Tinggalkan Balasan