PorosBekasi.com – Insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL rute Jakarta–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan tanda tanya.
Di tengah data korban yang terus diperbarui, muncul kisah pencarian seorang penumpang yang diduga belum ditemukan.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Namun, di balik angka tersebut, terdapat dugaan adanya korban yang belum terdata.
Perhatian publik tertuju pada unggahan akun Threads @rika.juliansari08 yang viral di media sosial. Ia mengaku tengah mencari adiknya, Vica Acnia Pratiwi, yang diduga berada dalam rangkaian KRL saat kecelakaan terjadi.
“Mohon doanya, agar adik kami cepat ditemukan dalam keadaan sehat,” tulisnya.
Unggahan itu juga mengungkap petunjuk yang menguatkan dugaan keberadaan korban di lokasi kejadian. “Semalam tas dan laptop sudah ditemukan, tapi orangnya belum,” ungkapnya.
Upaya pencarian membawa keluarga ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, yang menjadi pusat identifikasi korban meninggal.
Di lokasi tersebut, sejumlah keluarga korban lain juga terlihat menunggu kepastian nasib kerabat mereka.
Watarisin (70), yang merupakan paman dari Vica, turut datang ke ruang Disaster Victim Identification (DVI) untuk mencari informasi.
Ia menyebut keponakannya terakhir diketahui sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja.
“Keponakan (saya) ini pulang kerja. Sejak kejadian itu belum pulang,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Upaya komunikasi pun tidak membuahkan hasil. “Ditelepon juga sampai sekarang tidak diangkat,” katanya.
Pencarian Berpacu dengan Waktu
Sebelum menuju RS Polri, keluarga telah lebih dulu mendatangi sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi yang menangani korban luka. Namun, nama Vica tidak ditemukan dalam daftar pasien.
Kondisi ini membuat keluarga semakin cemas, terlebih orang tua korban berada di kampung halaman dan belum bisa memantau langsung proses pencarian.
“Ini saya sama keponakan ke sini, karena orang tua di kampung,” ucap Watarisin.
Hingga kini, keluarga masih berharap kabar baik. Mereka menunggu hasil identifikasi dari pihak rumah sakit, sembari terus memanjatkan doa.
“Belum ada informasi lanjut dari RS. Lagi dicek ada atau tidak, jika tidak ada (jenazahnya), syukurlah,” tandasnya.







Tinggalkan Balasan