Dalam pos

PorosBekasi.com – Setelah sebelumnya ramai soal dugaan kongkalikong proyek senilai Rp121 miliar antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan PT Mega Bintang Abadi, kini sorotan publik kembali mengarah ke institusi tersebut.

Kali ini, perhatian tertuju pada anggaran pengadaan meubelair atau perabot kantor yang nilainya dinilai fantastis dan memicu tanda tanya besar.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa belanja meubelair di lingkungan Kementerian Agama mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Menurutnya, pada tahun 2024 anggaran meubelair masih berada di kisaran Rp600 juta. Namun pada tahun 2025, anggaran tersebut melonjak tajam hingga mencapai Rp4,9 miliar.

“Wah, kenaikan anggarannya bukan main-main, bukan kaleng-kaleng. Seolah-olah tahun lalu kursinya kurang empuk, tahun ini harus diganti dengan yang lebih nyaman, kalau bisa yang bisa terbang dong,” sindir Uchok Sky dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Yang paling menjadi sorotan, lanjut Uchok, adalah pengadaan meubelair untuk Ruang Menteri Agama yang dipimpin oleh Nasaruddin Umar. Nilainya disebut mencapai Rp1.648.850.000 hanya untuk satu ruangan kerja.

Menurutnya, angka tersebut sangat sulit diterima akal sehat publik, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih berat.

“Beli meubelair dengan harga segitu cuma cukup buat duduk dan kerja di satu ruangan saja. Padahal, uang sebesar itu masih bisa dipakai membeli rumah mewah lengkap dengan kolam renangnya,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Uchok juga melontarkan kritik satir terhadap kualitas perabot yang dibeli dengan harga fantastis tersebut.

“Itu kayunya berasal dari mana? Apakah dari pohon peninggalan Nabi Sulaiman? Atau mungkin kulit joknya terbuat dari kulit harimau putih langka? Atau jangan-jangan di dalam setiap kaki meja tertanam berlian mentah,” katanya.

Porosbekasicom
Editor