PorosBekasi.com – Peta politik internal PDIP Kota Bekasi memanas. Nuryadi Darmawan resmi mendaftar sebagai calon Ketua DPC PDIP Kota Bekasi dengan modal kuat: dukungan 9 dari 12 PAC (Pimpinan Anak Cabang). Dukungan besar ini praktis menempatkannya sebagai kandidat terdepan dibanding nama-nama lain.
Saat dimintai tanggapan, Nuryadi memilih merendah. “Masih ada proses proses selanjutnya dan saya akan tegak lurus kepada partai apapun segala keputusan DPP partai selanjutnya,” ujarnya, Kamis, 25 Agustus 2025.
Namun, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, mengingatkan bahwa proses belum selesai. “Semua proses penjaringan adalah tahap awal dan berjalan transparan serta tanpa ada voting. Semuanya tinggal di proses lebih lanjut, dan semuanya tinggal menunggu keputusan Ibu Ketua Umum.” Paparnya.
Dengan kata lain, meskipun Nuryadi unggul secara dukungan PAC, keputusan akhir tetap berada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mekanisme penjaringan hanyalah formalitas politik yang tetap bermuara pada restu DPP.
Berdasarkan hasil inventarisasi usulan PAC, selain Nuryadi yang didukung 9 kecamatan, sejumlah nama lain juga ikut meramaikan. Tri Adhianto belum diketahui secara pasti mengantongi dukungan dari berapa kecamatan.
Tumai dan Ahmad Faisal sama-sama 4 kecamatan, Rudi Heryansah 3 kecamatan, Anim Imamudin 2 kecamatan, sementara nama-nama lain seperti Oloan Nababan, Nico Godjang, hingga Nova Angelika hanya mendapat 1 dukungan.
Konfercab PDIP Kota Bekasi dijadwalkan berlangsung usai Konferda PDIP Jawa Barat pada September 2025. Dari forum inilah, keputusan resmi siapa yang akan duduk di kursi Ketua DPC PDIP Kota Bekasi diumumkan, setelah melalui proses DPD dan DPP.
Di atas kertas, Nuryadi unggul telak. Namun, politik PDIP bukan soal angka semata, restu Megawati tetap menjadi penentu tunggal siapa yang akan memimpin banteng moncong putih di Kota Bekasi.






Tinggalkan Balasan