POROSBEKASI.COM – Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, meninggal dunia pada usia 100 tahun di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, Senin, 28 September 2026.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi keluarga. Siti Hasmah mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 09.20 waktu setempat. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kemudian menyampaikan bahwa Siti Hasmah akan mendapatkan pemakaman dengan upacara kenegaraan.
Anwar juga menginstruksikan Kepala Sekretaris Negara dan Panglima Angkatan Tentara Malaysia untuk membantu persiapan dan pelaksanaan prosesi pemakaman.
Dalam pernyataannya, Anwar mengenang Siti Hasmah sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Malaysia.
“Sosok yang lembut tutur katanya, tetapi teguh dan kuat jiwanya, serta selalu menyayangi orang di sekelilingnya dengan kasih seorang ibu,” ungkap Anwar, dikutip Selasa (29/9/2026).
“Hari ini, negara kehilangan sosok yang dekat di hati rakyat,” tambahnya.
Siti Hasmah kemudian dimakamkan di Pusara Negara, Presint 20, Putrajaya, pada Senin sore sekitar pukul 18.20 waktu setempat. Mahathir Mohamad bersama anak-anak dan keluarga hadir dalam prosesi tersebut.
Pemakaman tersebut dilakukan dalam rangkaian upacara kenegaraan. Jenazah Siti Hasmah diusung oleh delapan personel Angkatan Tentara Malaysia dan Polisi Diraja Malaysia. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan Jalur Gemilang serta pembacaan talkin.
Siapa Siti Hasmah?
Siti Hasmah dikenal bukan hanya sebagai istri Mahathir, tetapi juga sebagai dokter yang memiliki perjalanan panjang di bidang kesehatan masyarakat Malaysia.
Ia menempuh pendidikan kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura. Di tempat tersebut, Siti Hasmah bertemu dengan Mahathir Mohamad. Keduanya kemudian menikah pada 1956 dan menjalani kehidupan rumah tangga selama 70 tahun.
Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, Siti Hasmah bergabung dengan layanan kesehatan pemerintah. Ia kemudian menjadi salah satu perempuan Melayu generasi awal yang berkarier sebagai dokter dan ditugaskan di Kedah, negara bagian yang menjadi basis keluarga Mahathir.
Kariernya tidak berhenti pada pelayanan medis. Siti Hasmah juga aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan penyalahgunaan narkoba, literasi serta kesehatan mental.
Ketika Mahathir menjadi perdana menteri, peran Siti Hasmah sebagai istri PM turut membawanya pada berbagai kegiatan sosial dan kesehatan. Kiprahnya di bidang tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan publik keluarga Mahathir.
Pernikahan 70 Tahun dengan Mahathir
Mahathir Mohamad menjabat sebagai perdana menteri Malaysia dalam dua periode, yakni 1981-2003 dan 2018-2020. Siti Hasmah mendampingi perjalanan politik Mahathir selama puluhan tahun.
Pernikahan keduanya memasuki usia 70 tahun pada Agustus 2026. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tujuh anak, termasuk aktivis dan penulis Marina Mahathir serta mantan Menteri Besar Kedah Mukhriz Mahathir.
Kisah kehidupan Siti Hasmah bersama Mahathir juga dituangkan dalam memoarnya yang terbit pada 2016 dengan judul My Name is Hasmah.
Dalam buku tersebut, Siti Hasmah menggambarkan Mahathir sebagai sosok yang dikaguminya. Ia bahkan menyebut sang suami sebagai “pahlawan” yang membantunya selama menjalani pendidikan kedokteran, terutama ketika menghadapi kesulitan dalam mempelajari fisika dan kimia.
Kiprah di Bidang Kesehatan
Salah satu bagian penting dari perjalanan profesional Siti Hasmah berlangsung di Kedah. Setelah menjadi dokter, ia menjalani tugas di daerah tersebut dan terlibat dalam program kesehatan ibu dan anak serta pendidikan kesehatan masyarakat.
Catatan mengenai kiprahnya di Kedah menyebutkan adanya penurunan angka kematian bayi dari 75 kematian per 1.000 kelahiran menjadi 6 kematian per 1.000 kelahiran selama periode program kesehatan yang dijalankannya.
Siti Hasmah juga dikenal aktif menyuarakan berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Fokusnya mencakup kesehatan ibu, keluarga berencana, pencegahan penyalahgunaan narkoba, literasi hingga kesehatan mental.
Atas perjalanan panjang tersebut, Siti Hasmah dikenang dalam prosesi pemakamannya sebagai sosok yang memberikan kontribusi terhadap bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Malaysia
Kepergian Siti Hasmah menutup perjalanan panjang perempuan yang selama tujuh dekade menjadi pendamping Mahathir Mohamad sekaligus menjalani kiprahnya sendiri sebagai dokter dan tokoh dalam bidang kesehatan masyarakat Malaysia.







Tinggalkan Balasan