Dalam pos

PorosBekasi.com – Layanan bus koridor B41 rute Jatiasih–Cawang Sentral menuai sorotan warga. Sejumlah pengguna mengeluhkan belum tersedianya halte resmi bagi penumpang, sehingga mereka terpaksa menunggu di pinggir jalan tanpa fasilitas yang memadai.

Situasi tersebut diperparah proyek perbaikan Jalan Swatantra menuju Jalan Cipendawa yang disebut ikut memicu keterlambatan bus.

Arus kendaraan dari arah Vida Bantargebang menuju Komsen Jatiasih kerap tersendat, membuat waktu tunggu penumpang semakin panjang.

Ketiadaan halte juga dinilai berdampak pada lalu lintas. Titik naik-turun penumpang di Jalan Raya Komsen disebut sering menimbulkan perlambatan kendaraan karena bus harus berhenti di badan jalan.

Kondisi ini memicu keluhan dari pengendara maupun penumpang, yang kemudian ramai disuarakan di media sosial.

Sejumlah warganet bahkan meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan menangani persoalan transportasi di kawasan Jatiasih.

“Pak Dedi Mulyadi tolong dibantu atuh pak warga Kota Bekasi khususnya di Jatiasih, ini akibat pengecoran jalan akibatnya luar biasa. Saya sudah mention di Twitter ke dinas terkait, tolong sekali dibantu pak Dedi,” ucap akun @lianashri dalam komentar Instagram @infobekasi dikutip, Rabu (25/2/2026).

Keluhan serupa juga menyoroti minimnya infrastruktur pendukung layanan bus antardaerah tersebut.

“Tolong dibikinin halte yang layak,” tulis akun @Mawar**.

“Kasian banget Bus udah disuapin Pemprov DKI masa halte gak mau dibangun Jabar, pajak lu pada bikin kenyang pejabat dan ASN doang,” celetuk akun @angelo861**.

“Gubernur Jabar payah gak mampu patungan bikin halte,” ujar @dimaswicaksono**.

Tak hanya pemerintah provinsi, kritik juga diarahkan ke Pemerintah Kota Bekasi terkait dampak kemacetan yang dirasakan warga.

“Parah sekarang Jatiasih, keluar tol udh macet, belum Jalan Wibawamuktinya, Adanya Bus Transjakarta bukan urai kemacetan malah tambah parah. Pak Walikotabekasikeren gimana sih,” tanya akun @maresntoba**.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai rencana pembangunan halte di koridor tersebut maupun rekayasa lalu lintas untuk mengurangi dampak proyek jalan terhadap operasional bus di Kota Bekasi.

Porosbekasicom
Editor