Dalam pos

Di sisi lain, menurut keterangan asisten masinis KA Argo Bromo, ada gangguan sinyal sesaat sebelum kejadian.

Ini menjadi salah satu penyebab mengapa insiden ini bisa terjadi. Ini harus menjadi bahan evaluasi PT KAI agar lebih baik dalam mengatur operasional kereta api agar dapat mencegah insiden serupa terulang kembali.

Namun ada kejanggalan juga pada lintasan kereta api tempat kejadian. Yaitu, tidak adanya palang pada pelintasan kereta api.

Komisaris utama PT KAI, Said Aqil Siradj menegaskan bahwa pengadaan dan penjagaan palang pintu di pelintasan sebidang bukan tanggung jawab KAI, melainkan kewajiban dari pemerintah daerah setempat.

Maka kesalahan fatal juga ada pada pemerintah daerah Kota Bekasi. Pasalnya di lokasi kejadian tidak ada palang resmi, hanya ada palang bambu seadanya itupun hanya ada di satu sisi.

Sementara yang kita dengar hanyalah pembahasan mengenai fly over yang sudah lama diajukan oleh pemerintah daerah.

Hal ini seolah mengalihkan pandangan masyarakat kepada masalah besar yang melibatkan pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat.

Padahal ada masalah kecil yang belum diselesaikan oleh pemerintah daerah sehingga berakibat fatal.

Sampai saat ini, belum ada keterangan jelas mengenai tidak adanya palang di pelintasan kereta api tempat insiden terjadi.

Namun ada asumsi bahwa hal ini berhubungan dengan organisasi masyarakat (Ormas).

Apresiasi kami kepada pihak-pihak yang membantu proses evakuasi serta respon cepat dan baik dari pemerintah juga PT KAI. Semoga insiden serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

(kajian ikamasi Yogyakarta. Redaktur sahal Miqdad)

Kamis 30 April 2026

 

Disclaimer: Opini ini di luar tanggung jawab redaksiÂ