PorosBekasi.com – Kota Bekasi terus mengintensifkan langkah pencegahan kanker leher rahim dalam dua tahun terakhir melalui berbagai strategi, mulai dari edukasi publik hingga perluasan layanan skrining sebagai upaya deteksi dini.
Salah satu upaya yang didorong adalah implementasi metode self sampling dalam skrining kanker serviks.
Program ini diperkuat melalui kegiatan advokasi yang melibatkan berbagai pihak guna meningkatkan kesadaran sekaligus memperluas jangkauan deteksi dini di masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Wakil Ketua TP PKK Wuri Handayani, serta sejumlah organisasi perempuan.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kanker serviks yang kerap tidak terdeteksi pada tahap awal.
“Seperti kita ketahui kanker serviks merupakan silent killer yang dapat terjadi di kalangan perempuan. Karena seringkali tidak menunjukan gejala awal namun dapat berkembang sangat pesat, maka dengan itu kami pemerintah dengan optimal melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pertumbuhannya,” kata Bobihoe, dikutip Jumat (10/4/2026).
Selain edukasi dan skrining, Pemkot Bekasi juga mengoptimalkan program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak perempuan usia sekolah sebagai bagian dari program nasional. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko munculnya kanker serviks sejak dini.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus memperkuat infrastruktur layanan kesehatan. Saat ini, terdapat 55 puskesmas serta 49 rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, yang didukung klinik serta ratusan tenaga kesehatan seperti bidan dan dokter praktik.
Seluruh fasilitas tersebut disinergikan dengan organisasi profesi guna menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat.
Bobihoe pun mengajak masyarakat untuk lebih proaktif menjaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan secara rutin sebagai langkah pencegahan.







Tinggalkan Balasan