PorosBekasi.com – Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe, yang saat ini bertindak sebagai Plh Wali Kota, meminta para camat untuk mengawal program pembangunan di tingkat kelurahan agar lebih terarah dan tertib dalam pelaksanaannya.
“Saya mengingatkan kembali pentingnya disiplin anggaran, perencanaan yang matang, pelaporan yang tepat waktu, serta koordinasi antar-instansi yang sinergis,” katanya, Kamis (20/11/2025).
Acara tersebut dihadiri para camat, lurah, unsur Forkopimda, Anggota Komisi XI DPR RI H Muhammad Kholid, serta Kepala Perwakilan BPKP Jawa Barat Ikhwan Mulyawan.
Dalam kesempatan itu, Bobihoe yang menggantikan Tri Adhianto selama umrah, menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan dan perencanaan yang kuat di tingkat kelurahan.
“Kota Bekasi menghadapi dinamika urbanisasi yang sangat pesat. Hal ini menuntut kita untuk semakin tanggap, transparan, dan inovatif dalam mengelola pembangunan, terutama di tingkat kelurahan yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Bobihoe meminta aparatur kecamatan dan kelurahan meningkatkan kapasitas pengelolaan pembangunan secara transparan dan akuntabel.
Namun di tengah seruan perbaikan tata kelola, publik menyoroti kembali praktik rotasi jabatan yang dilakukan Tri Adhianto.
Sejumlah posisi strategis di Pemkot Bekasi disebut diisi oleh kerabat, rekan dekat, atau sosok yang dinilai loyal secara politik.
Adik ipar Tri, Sholihin, ditempatkan di Badan Pendapatan Daerah, sementara adik kandungnya, Satia Sriwijaya Anggraeni yang berlatar belakang dokter hewan, menempati posisi di Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
Yudianto, yang sebelumnya menjabat Kepala DLH dengan kinerja dipertanyakan dan kurang cakap justru dipromosikan menjadi Kepala BPKAD, posisi yang mengatur arus keuangan dan aset daerah.







Tinggalkan Balasan